Lando Norris sebut McLaren masih menjadi mobil tercepat keempat di GP Belgia meski finis kedua di FP2. Norris juga harus menghadapi penalti grid berat.(Formula 1)
PEMBALAP McLaren, Lando Norris, meyakini timnya masih menjadi mobil tercepat keempat di lintasan. Pernyataan bernada skeptis ini ia lontarkan meskipun McLaren menorehkan hasil yang cukup menjanjikan pada sesi latihan bebas menjelang Grand Prix Belgia.
Norris berhasil finis sebagai pembalap tercepat kedua pada sesi FP2 hari Jumat di Sirkuit Spa-Francorchamps. Ia hanya terpaut kurang dari 0,2 detik di belakang pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, yang memimpin sesi berdurasi satu jam tersebut.
Kendati tampil impresif dalam satu lap, tantangan berat sudah menanti Norris akhir pekan ini. Ia dipastikan menerima hukuman turun 10 posisi grid pada balapan hari Minggu akibat melebihi batas penggunaan komponen unit elektronik daya (power electronic units). Meski begitu, hukuman tersebut tidak mengubah cara kerja Norris maupun tim McLaren dalam menghadapi sesi latihan.
"Kami tidak benar-benar mengubah apa pun akhir pekan ini, tidak ada alasan bagi kami untuk mengharapkan sesuatu yang berbeda," ujar Norris pasca-sesi FP2.
Norris menilai hasil latihan bebas hari Jumat belum mencerminkan peta persaingan yang sesungguhnya untuk sesi kualifikasi dan balapan utama.
"Red Bull biasanya tidak langsung menunjukkan performa aslinya pada hari Jumat, jadi kita akan melihat dua [mobil mereka] bersaing besok, mereka akan sama cepatnya atau bahkan lebih cepat, jadi mari kita tunggu dan lihat saja," lanjutnya.
Lebih lanjut, ia merasa posisi McLaren saat ini sedikit terbantu oleh situasi tim pesaing.
"Saya pikir kami mungkin sudah mengeluarkan kemampuan penuh bersama Mercedes sementara tim yang lain belum, jadi saya pikir kami mungkin masih menjadi yang tercepat keempat. Tampaknya jika kami bisa melakukan segalanya dengan benar, kami mungkin bisa sedikit lebih dekat daripada saat kami di Silverstone."
Persiapan McLaren pada hari pertama ini juga sempat terganggu oleh masalah teknis. Norris mengalami kendala pada awal sesi FP1, sementara rekan setimnya, Oscar Piastri, tertahan di garasi selama 20 menit pada awal FP2 akibat kebocoran hidrolik.
Selain itu, insiden bendera merah (red flag) di akhir FP2 akibat kecelakaan pembalap Alpine, Pierre Gasly, membatasi waktu Norris untuk menguji simulasi balap dengan bahan bakar penuh.
"Hari ini kami hanya fokus menyelesaikan rencana kami di FP1. Itu bukan sesi FP1 yang paling bersih, kami mengalami beberapa kendala dan isu yang membuat kami tidak bisa keluar dari garasi secepat yang kami inginkan," pungkas Norris. (Formula 1/Z-2)


















































