Gajah Liar di Sungai Mas Dipasangi GPS Collar

5 hours ago 1
Gajah Liar di Sungai Mas Dipasangi GPS Collar ilustrasi(Antara)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat bersinergi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melalui Conservation Response Unit (CRU) melakukan pemasangan GPS collar (kalung pelacak) pada gajah liar di Desa Pungki, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat.

Langkah ini diambil sebagai upaya konkret dalam memitigasi konflik antara manusia dan satwa yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal, menyatakan bahwa pemasangan alat pelacak ini merupakan titik balik strategis dalam penanganan konflik gajah.

“Kalung pelacak ini diprioritaskan pada gajah liar yang tercatat paling sering berinteraksi dengan aktivitas warga di desa,” ujar Teuku Ronal kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).

Transformasi Penanganan dari Reaktif ke Preventif

Selama ini, pola penanganan konflik gajah di Aceh Barat dinilai masih bersifat reaktif, di mana petugas baru turun ke lapangan setelah konflik terjadi. Dengan adanya GPS collar, pemerintah daerah kini mengedepankan upaya pencegahan agar satwa tidak sampai masuk ke permukiman.

Ronal menjelaskan bahwa pergerakan kawanan gajah kini dapat dipantau secara berkala dan real-time. "Jika gajah liar terdeteksi mulai mendekati permukiman atau perkebunan warga, tim gabungan bisa langsung mengambil tindakan cepat sebelum satwa tersebut masuk ke area sensitif," tambahnya.

Melibatkan Gajah Jinak dan Tim Ahli

Dalam operasi pemasangan ini, petugas mendatangkan dua ekor gajah jinak dari CRU Sare, Kabupaten Aceh Besar. Kehadiran gajah jinak ini krusial untuk membantu tim melakukan pendekatan aman terhadap gajah liar, mempermudah pemasangan kalung, serta membantu proses penggiringan kembali ke habitatnya.

Aksi kolaboratif ini melibatkan berbagai pakar dan unit khusus, di antaranya:

  • Tim BKSDA Aceh
  • Pusat Kajian Satwa Liar (PKSL) FKH Universitas Syiah Kuala (USK)
  • Conservation Response Unit (CRU) Aceh
  • Wildlife Response Unit (WRU) dari BPBD Aceh Barat

Misi Pelestarian dan Pemetaan Koridor

Selain mitigasi konflik, pemasangan GPS collar memiliki misi jangka panjang untuk pelestarian gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang statusnya kian terancam. Data dari alat pelacak akan digunakan untuk memahami home range atau daya jelajah harian satwa tersebut.

“Kita akhirnya bisa mengetahui secara akurat jalur koridor gajah Woyla - Teunom. Informasi ini sangat penting agar kebijakan pelestarian dan tata ruang ke depan bisa lebih berpihak pada keseimbangan alam,” pungkas Ronal. (Ant/E-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |