Ketegangan Memuncak, AS Bantah Tuduhan Iran Terkait Serangan terhadap Infrastruktur Sipil

3 hours ago 1
Ketegangan Memuncak, AS Bantah Tuduhan Iran Terkait Serangan terhadap Infrastruktur Sipil AS membantah tudingan Iran terkait serangan terhadap infrastruktur sipil seperti jembatan dan bandara. Ketegangan meningkat setelah pembicaraan damai gagal.(SNN TV Via Viory)

PEMERINTAH Amerika Serikat membantah tuduhan Iran yang menyebut gelombang serangan udara terbaru mereka telah menyasar infrastruktur sipil. Tudingan ini muncul setelah runtuhnya pembicaraan damai antara kedua belah pihak.

Media negara dan pemerintah daerah Iran melaporkan sejumlah jembatan, stasiun kereta api, dan sebuah bandara menjadi target serangan. BBC Verify bahkan telah mengonfirmasi adanya serangan terhadap sebuah jembatan di Provinsi Hormozgan. Namun, pihak Gedung Putih segera menepis klaim tersebut.

"Telah melakukan serangan secara eksklusif pada target militer, termasuk infrastruktur logistik militer," ujar seorang juru bicara Gedung Putih kepada BBC.

Presiden Donald Trump sebelumnya memang sempat mengancam akan menyerang jembatan dan pembangkit listrik Iran. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memaksa Teheran kembali ke meja perundingan guna mengakhiri perang yang meletus sejak 28 Februari lalu, yang dipicu oleh serangan AS-Israel.

Menurut pejabat lokal Iran, serangan pada Kamis malam, yang menandai malam keenam berturut-turut dari serangan AS, telah menghantam Bandara Iranshahr, sebuah stasiun kereta api, dan enam jembatan di Provinsi Hormozgan. Otoritas setempat menyatakan tujuh orang tewas akibat insiden ini.

Komando Pusat AS (Centcom) tidak merinci daftar target mereka, namun menegaskan bahwa serangan itu bertujuan untuk "memperlemah lebih lanjut kemampuan militer Iran". Di sisi lain, Sekjen PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinannya atas eskalasi konflik ini, khususnya terkait serangan terhadap infrastruktur sipil.

Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeklaim telah menyerang situs radar pengawas maritim AS di Oman, serta beberapa target di Kuwait dan Bahrain. Mereka juga mengaku menyerang pusat komando operasi khusus AS di al-Tanf, Suriah.

Otoritas Kuwait mengonfirmasi bahwa serangan Iran menghantam stasiun pembangkit listrik dan penyulingan air, serta melukai beberapa anggotanya pada Jumat pagi. Menanggapi hal itu, pihak AS balik mengecam Teheran.

"Secara sengaja menargetkan kapal-kapal sipil di Selat Hormuz dan menyerang tetangga-tetangganya yang tidak memiliki peran dalam konflik ini," kata juru bicara Gedung Putih mengenai rezim Iran.

Akibat eskalasi ini, Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pasokan minyak dunia tetap ditutup oleh Iran. Kepala Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol, menyatakan kekhawatirannya terhadap pasokan energi global jika situasi tidak kunjung membaik.

Gencatan senjata yang sempat disepakati pada bulan Juni lalu kini resmi berakhir setelah Trump menyatakannya selesai pada pekan lalu karena pembicaraan damai yang menemui jalan buntu. Sejak saat itu, AS kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (BBC/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |