Kolaborasi UNJ dan IKA Dorong Kampus Hijau Serta Rumuskan Masa Depan Jakarta

1 hour ago 1
Kolaborasi UNJ dan IKA Dorong Kampus Hijau Serta Rumuskan Masa Depan Jakarta Ilustrasi(Dok Istimewa)

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama Ikatan Alumni (IKA) UNJ memperkuat kolaborasi strategis melalui penyelenggaraan “Sarasehan Alumni dan Groundbreaking Gazebo IKA UNJ” pada Jumat, 10 Juli 2026. Kegiatan yang difasilitasi kantor Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara alumni dan almamater sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan fasilitas kampus yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berdampak bagi sivitas akademika.

Rangkaian kegiatan diawali dengan groundbreaking pembangunan Gazebo IKA UNJ yang berlokasi di kawasan Teater Terbuka (Terbuk) Kampus A UNJ. Pembangunan fasilitas tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata alumni dalam mendukung peningkatan kualitas lingkungan belajar mahasiswa sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan konsep green campus yang tengah dikembangkan UNJ.

Acara peletakan batu pertama dihadiri Rektor UNJ Prof. Komarudin, Ketua Pengurus Pusat IKA UNJ Sugeng Suparwoto, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UNJ Prof. Nizam, jajaran pimpinan universitas, pengurus alumni, dosen, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ketua Pengurus Pusat IKA UNJ, Sugeng Suparwoto, mengutarakan pembangunan gazebo merupakan langkah awal dari berbagai kontribusi yang akan terus diberikan alumni kepada almamater. Menurutnya, keberadaan gazebo akan menghadirkan ruang terbuka yang nyaman bagi mahasiswa untuk belajar, berdiskusi, mengerjakan tugas, hingga melakukan berbagai aktivitas akademik secara lebih fleksibel.

“Gazebo ini menjadi tempat mahasiswa beraktivitas. Nantinya juga dilengkapi dengan fasilitas Wi-Fi sehingga mahasiswa dapat belajar di mana saja di lingkungan kampus,” ujar Sugeng yang juga Wakil Ketua Komisi XII DPR RI.

Ia menegaskan pembangunan gazebo tidak sekadar menghadirkan fasilitas fisik, juga menjadi simbol keterlibatan alumni dalam mendukung transformasi UNJ menuju kampus yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

Sugeng mengungkapkan bahwa kesadarannya mengenai pentingnya isu lingkungan semakin menguat setelah mengikuti forum perubahan iklim internasional di Paris. Menurutnya, dunia saat ini menghadapi tantangan serius akibat pemanasan global yang dipicu oleh penggunaan energi fosil dan pengelolaan lingkungan yang belum optimal.

Karena itu, IKA UNJ berkomitmen mendukung berbagai inisiatif yang sejalan dengan konsep green campus dan zero waste campus.

“IKA UNJ akan terus mendukung bagaimana kampus menjadi green dan zero waste campus. Sampah harus dikelola dengan baik, bahkan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat, termasuk menjadi bahan bakar co-firing,” jelasnya.

Posisi Strategis

Menurut Sugeng, persoalan sampah harus menjadi perhatian bersama karena merupakan salah satu tantangan utama perkotaan, termasuk di Jakarta. Ia menilai kampus memiliki posisi strategis sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan inovasi yang mampu melahirkan berbagai solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan lingkungan.

Ia berharap UNJ dapat menjadi rujukan utama dalam pengembangan riset pengelolaan sampah, energi terbarukan, serta berbagai inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

“UNJ harus menjadi mercusuar Jakarta. Jika ada persoalan yang membutuhkan pemikiran dan riset, maka UNJ harus menjadi rujukannya,” tegasnya.

Selain pembangunan gazebo, IKA UNJ juga berencana menghadirkan berbagai program lanjutan yang mendukung pengembangan kampus hijau. Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah pembangunan sistem penerangan berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai simbol komitmen bersama menuju kampus yang lebih ramah lingkungan.

Sugeng menegaskan bahwa seluruh kontribusi tersebut merupakan pengejawantahan dari semangat IKA UNJ yang terangkum dalam tagline organisasi, yaitu “Alumni untuk Alumni, Alumni untuk Almamater, dan Alumni for Others.”

Apresiasi

Sementara itu, Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kontribusi yang terus diberikan alumni bagi kemajuan universitas. Menurutnya, pembangunan gazebo menjadi bukti nyata bahwa hubungan antara alumni dan almamater tidak berhenti setelah kelulusan, melainkan terus berkembang dalam bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

“Siang ini kita kembali dianugerahi sebuah kontribusi dari IKA UNJ berupa pembangunan gazebo yang akan menjadi pusat aktivitas intelektual mahasiswa,” ujar Prof. Komarudin.

Ia berharap fasilitas tersebut dapat menjadi ruang produktif yang mendukung proses belajar mahasiswa sekaligus memperkuat budaya akademik di lingkungan kampus.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa UNJ terus berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan guna mendukung transformasi universitas menuju perguruan tinggi bereputasi global yang berdampak bagi masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara UNJ, IKA UNJ, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan berbagai mitra strategis lainnya menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan universitas.

Prof. Komarudin juga mengungkapkan bahwa UNJ saat ini terus memperjuangkan penguatan infrastruktur kampus, termasuk fasilitas olahraga dan fasilitas penunjang akademik lainnya. Meski memiliki keterbatasan sarana dibandingkan sejumlah perguruan tinggi lain, UNJ tetap mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan di tingkat nasional maupun regional.

Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat semakin memperkuat posisi UNJ sebagai pusat pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Jakarta dan Indonesia.

Pembangunan gazebo tersebut nantinya akan diikuti dengan sistem pengawasan dan pemeliharaan yang melibatkan berbagai unsur di lingkungan universitas agar fasilitas dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Ke depan, IKA UNJ juga berencana membangun beberapa gazebo tambahan di kawasan kampus sebagai bagian dari dukungan berkelanjutan terhadap pengembangan lingkungan akademik yang nyaman dan produktif.

Sarasehan

Setelah prosesi groundbreaking, kegiatan dilanjutkan dengan Sarasehan Alumni yang mengangkat tema “Peran UNJ sebagai Kampus Berdampak dan Bereputasi Global dalam Pembangunan Jakarta” di Aula Latief Hendraningrat, Kampus A UNJ.

Dalam sesi diskusi, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UNJ, Prof. Nizam, menyoroti pentingnya kemandirian perguruan tinggi dalam pengelolaan pembiayaan pendidikan. Ia menjelaskan bahwa transformasi UNJ sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) membuka peluang lebih besar untuk mengembangkan berbagai sumber pendanaan yang berkelanjutan.

Salah satu strategi yang dinilai penting adalah pengembangan dana abadi (endowment fund) yang memungkinkan perguruan tinggi memperoleh manfaat jangka panjang tanpa mengurangi pokok dana yang dihimpun.

“Melalui penghimpunan dana abadi, diharapkan UNJ semakin mandiri, kuat, serta mampu melahirkan sumber daya manusia unggul melalui kolaborasi yang erat antara alumni dan almamater,” ujarnya.

Sementara itu, arsitek dan pengamat perkotaan Marco Kusumawijaya membahas tantangan Jakarta menuju kota global dalam paparannya bertajuk “Jakarta 500 Tahun: Sejarah, Identitas, dan Transformasi Kota Global.” Ia menyoroti berbagai persoalan perkotaan, terutama terkait penyediaan perumahan yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.

Menurut Marco, selain persoalan pembiayaan, regulasi perumahan juga perlu dirancang agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat tanpa menimbulkan beban baru.

“Kebijakan harus memberi peluang bagi pertumbuhan kota dan mewadahi kebutuhan masyarakat, terutama dalam aspek hunian di Jakarta yang merupakan kebutuhan hak asasi,” ujarnya.

Ia juga menawarkan konsep perumahan berbasis gotong royong melalui koperasi sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi tantangan penyediaan hunian di Jakarta.

Melalui kegiatan ini, UNJ dan IKA UNJ kembali menegaskan pentingnya kolaborasi antara alumni, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang berdampak. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pengembangan kampus, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan, inovasi, dan kontribusi nyata bagi pembangunan Jakarta serta Indonesia yang lebih berkelanjutan

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |