Ancaman Distemper, Virus Ini Serang Anjing dan Hewan Karnivora

4 hours ago 1
Ancaman Distemper, Virus Ini Serang Anjing dan Hewan Karnivora Ilutrasi virus distemper(Magnific)

VIRUS yang menimbulkan distemper berdampak lebih luas bukan hanya pada anjing. Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH) menyebutkan bahwa virus dari kelompok Morbillivirus ini mampu menginfeksi berbagai jenis hewan karnivora, mulai dari anjing, serigala, rubah, musang, hingga kucing liar berukuran besar seperti singa dan harimau.

Penyakit yang lebih dikenal sebagai Canine Distemper ini disebabkan oleh virus dari famili Paramyxoviridae. Virus menyerang beberapa sistem tubuh sekaligus, termasuk saluran pernapasan, saluran pencernaan, kulit, hingga sistem saraf. Akibatnya, hewan yang terinfeksi dapat mengalami lesu, kehilangan nafsu makan, batuk, keluarnya cairan dari mata dan hidung, muntah, diare, serta gangguan saraf seperti kejang dan kelumpuhan. Pada kasus yang berat, infeksi dapat berakhir dengan kematian.

Berkat program vaksinasi, kasus distemper pada anjing peliharaan kini jauh lebih terkendali di banyak negara. Namun, ancaman belum sepenuhnya hilang. WOAH menjelaskan bahwa populasi anjing liar atau anjing yang tidak divaksin masih menjadi sumber penyebaran virus. Dari kelompok inilah virus dapat berpindah ke berbagai satwa liar yang hidup di habitat yang sama.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh hewan peliharaan, tetapi juga terhadap upaya konservasi. Distemper telah menjadi ancaman bagi sejumlah spesies langka, seperti panda merah, ferret berkaki hitam, anjing liar Afrika, hingga beberapa spesies kucing besar. Wabah penyakit pada populasi satwa liar dapat menyebabkan penurunan jumlah individu secara drastis dan mengganggu keseimbangan ekosistem.

WOAH juga mencatat bahwa virus ini memiliki sedikitnya tujuh garis keturunan (lineage) yang tersebar di berbagai wilayah dunia. Karena virus RNA mudah mengalami perubahan genetik, pemantauan penyakit secara berkelanjutan menjadi langkah penting untuk mendeteksi munculnya varian baru sekaligus menjaga efektivitas strategi pengendalian.

Pencegahan tetap menjadi senjata utama dalam menghadapi distemper. Vaksinasi rutin pada hewan peliharaan, pengendalian populasi anjing liar, pembatasan kontak dengan hewan yang sakit, serta pengawasan kesehatan satwa liar merupakan upaya yang saling melengkapi. Dengan langkah tersebut, penyebaran virus dapat ditekan sekaligus membantu melindungi keanekaragaman hayati dari ancaman penyakit menular yang masih terus ada hingga saat ini.

(WOAH/H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |