Kericuhan Mewarnai Prosesi Miyos Gamelan Sekaten 2026 di Karaton Surakarta

2 hours ago 2
Kericuhan Mewarnai Prosesi Miyos Gamelan Sekaten 2026 di Karaton Surakarta Situasi kericuhan terjadi saat gamelan Kyai Sekati ditabuh sebagai tanda dimulainya tradisi sekatenan yang diadakan Keraton Surakarta.(Dok. MI)

PROSESI Miyos atau keluarnya gamelan Sekaten 2026 di Bangsal Pagongan, kawasan Masjid Agung Surakarta, diwarnai insiden kericuhan pada Rabu (19/8/2026). Peristiwa yang terjadi di tengah rangkaian tradisi sakral Karaton Surakarta Hadiningrat ini melibatkan aksi saling dorong dan dugaan pemukulan di depan pintu masuk bangsal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan bermula ketika GKR Timoer Rumbai Kusumadewayani bersama sejumlah orang berusaha merangsek masuk ke dalam Bangsal Pagongan. Upaya tersebut dilakukan tepat saat gamelan pusaka, Kyai Sekati, hendak ditabuh atau dibunyikan sebagai tanda dimulainya tradisi Sekaten.

Gerakan rombongan GKR Timoer tersebut memantik reaksi dari BRM Yudistira yang berada di lokasi. Ia berteriak sembari mendekat ke arah Bangsal Pagongan, yang kemudian memicu keributan di sekitar pintu masuk. Aksi saling dorong antar kelompok tidak terhindarkan di area yang menjadi pusat perhatian warga tersebut.

Dugaan Pemukulan dan Korban

Dalam kekacauan yang pecah secara tiba-tiba itu, dilaporkan terjadi tindakan kekerasan fisik. Andi, salah seorang anggota Dalem Pejagen yang sedang bertugas di dalam Bangsal Pagongan, dilaporkan mengalami pemukulan. Meski sempat terjadi ketegangan hebat, situasi karut-marut tersebut tidak berlangsung lama.

Ketegangan perlahan mereda saat alunan gending dari gamelan Kyai Sekati mulai ditabuh. Suara gamelan yang merdu dan syahdu seolah melarutkan suasana panas yang sempat menyelimuti prosesi tersebut, sehingga rangkaian acara dapat dilanjutkan kembali.

Beberapa jam sebelum keributan terjadi, rombongan Karaton Surakarta versi PB XIV Hangabehi telah mengeluarkan gamelan dari kompleks Karaton Surakarta Hadiningrat menuju Bangsal Pagongan di kawasan Masjid Agung. Pengeluaran gamelan Kyai Sekati ini merupakan bagian inti dari rangkaian Miyos, yang menandai dimulainya tradisi Sekaten tahun 2026.

GKR Timoer Rumbai Kusumadewayani enggan memberikan komentar terkait insiden tersebut. Ia juga tidak memberikan penjelasan mendalam mengenai maksud kedatangannya bersama rombongan ke lokasi Bangsal Pagongan saat prosesi sakral sedang berlangsung. (WJ/I-1)

Peristiwa ini menjadi sorotan publik mengingat Bangsal Pagongan adalah salah satu lokasi paling krusial dalam tradisi Sekaten. Di tempat inilah gamelan pusaka disemayamkan dan ditabuh selama sepekan penuh sebelum puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |