Kebakaran Lahan di Sulsel Hanguskan 22 Hektare dalam Sehari, Enrekang Terparah

2 hours ago 1
Kebakaran Lahan di Sulsel Hanguskan 22 Hektare dalam Sehari, Enrekang Terparah (MI/Lina Herlina)

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan di tengah musim kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino. Dalam sehari, Minggu (16/8), sedikitnya 22 hektare lahan hangus terbakar di Kabupaten Enrekang dan Toraja Utara.

Di Kabupaten Enrekang, api menyambar tiga titik lokasi sekaligus. Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Amson Pasolo, melaporkan kebakaran terjadi di Buntu Kapere (Desa Tampo), Buntu Pujan (Desa Mampu), dan Buntu Mendatte (Desa Mendatte), Kecamatan Anggeraja. Total area yang terdampak di wilayah ini mencapai 20 hektare.

Penyebab utama kebakaran adalah kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan, ditambah suhu panas dan angin kencang yang membuat api cepat meluas dan tidak terkendali. "Vegetasi lahan pertanian yang sudah sangat kering menjadi bahan bakar sempurna bagi si jago merah," sebut Amson.

Dampak kebakaran tidak hanya dirasakan pada lahan. Pipa instalasi pertanian warga dilaporkan hangus terbakar dan dinamo pompa air mengalami rusak berat.

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan Damkar dikerahkan untuk memadamkan api. Upaya pemadaman baru berhasil pada pukul 01.30 Wita.

Kebakaran di Toraja Utara

Di hari yang sama, kebakaran lahan juga terjadi di Kelurahan Pa'paelean, Kecamatan Sanggangi, Kabupaten Toraja Utara, sekitar pukul 14.00. Seluas 2 hektare lahan terbakar dalam insiden tersebut.

Berbeda dengan kejadian di Enrekang, penyebab kebakaran di Toraja Utara masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun warga yang terdampak langsung akibat kejadian tersebut.

Api berhasil dipadamkan pada pukul 17.00. Namun petugas masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Darurat Kekeringan dan Ancaman Karhutla

Kebakaran ini terjadi di tengah kondisi darurat. Hingga Agustus 2026, lima daerah di Sulawesi Selatan menetapkan status darurat kekeringan, yakni Kota Makassar, Parepare, Pinrang, Enrekang, dan Selayar. Fenomena El Nino yang kuat membuat kekeringan tahun ini dinilai lebih ekstrem dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Imbauan BNPB: Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membuka lahan dengan cara membakar.

Masyarakat yang menemukan titik api diharapkan segera melaporkannya kepada petugas atau pemerintah daerah setempat agar dapat ditangani sedini mungkin guna mencegah eskalasi dampak yang lebih luas. (I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |