PSI Apresiasi Kinerja Pemerintahan Prabowo Swasembada 8 Komoditas Pangan

1 hour ago 3
PSI Apresiasi Kinerja Pemerintahan Prabowo Swasembada 8 Komoditas Pangan Bendera PSI.(dok.istimewa)

PARTAI Solidaritas Indonesia (PSI) mengapresiasi capaian pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang berhasil mempercepat target swasembada serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Apresiasi tersebut merespons Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI yang memaparkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan utama pada 2026.

Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, menilai percepatan target yang semula diproyeksikan selesai dalam empat tahun kini dapat direalisasikan jauh lebih cepat di tengah ketidakpastian gejolak global.

“Percepatan swasembada pangan patut diacungi jempol. Sebelumnya pemerintah menargetkan swasembada pangan dapat dicapai dalam empat tahun, namun Presiden Prabowo menegaskan target tersebut dapat dipenuhi jauh lebih cepat. Ini merupakan capaian penting di tengah ketidakpastian global dan ancaman gangguan pasokan pangan dunia,” ujar Grace melalui keterangannya, Senin (17/8).

Delapan komoditas pangan yang berhasil dipenuhi secara mandiri oleh produksi dalam negeri meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Selain keberhasilan produksi komoditas, Grace menyoroti langkah berani pemerintah dalam melakukan pembenahan struktural di sektor pertanian, khususnya pada tata kelola dan distribusi pupuk. Pemerintah tercatat memangkas 145 aturan birokrasi yang sebelumnya menyulitkan akses petani, sekaligus berhasil menurunkan harga pupuk hingga 20 persen.

"Penyederhanaan distribusi pupuk dengan memangkas 145 aturan yang sebelumnya membuat proses penyaluran menjadi rumit merupakan bentuk keberanian pemerintah membenahi persoalan struktural," kata Grace.

Lebih lanjut, Grace menekankan bahwa indikator ketahanan pangan yang berkelanjutan tidak hanya diukur dari angka produksi di atas kertas, tetapi juga dari stabilitas harga di pasar serta peningkatan kesejahteraan para petani. Ia berharap keberhasilan swasembada ini dapat membentengi ketersediaan pangan nasional saat menghadapi ancaman perubahan iklim ekstrem seperti El Nino.

“Ketahanan pangan pada akhirnya bukan sekadar soal berapa banyak beras atau jagung yang diproduksi. Capaian produksi harus diterjemahkan menjadi harga pangan yang terjangkau, pendapatan petani yang meningkat, dan kepastian pasokan bagi rakyat,” tutup Grace. (Faj/P-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |