Sebuah pesawat pemadam kebakaran menjatuhkan air saat berlangsungnya operasi evakuasi dan pemadaman kebakaran hutan di Spanyol.(Dok. ANTARA/Anadolu Agency /pri.)
KEBAKARAN hutan hebat yang melanda Provinsi Avila, Spanyol, mencatatkan rekor kelam sebagai kebakaran terbesar dalam sejarah negara tersebut. Hingga Senin (27/7/2026), kobaran api dilaporkan telah menghanguskan sekitar 50.000 hektar lahan.
Informasi yang dihimpun dari media Spanyol La Sexta melalui RIA Novosti menyebutkan bahwa skala kerusakan di Avila telah melampaui catatan kebakaran hutan sebelumnya. Kondisi ini memicu respons cepat dari pemerintah pusat guna menangani dampak kerusakan yang masif.
Penetapan Zona Bencana
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menyatakan bahwa kabinetnya akan segera mengambil langkah hukum untuk mempercepat proses pemulihan. Pemerintah dijadwalkan menetapkan wilayah terdampak kebakaran hutan tersebut sebagai zona bencana pada Selasa esok.
“Penetapan status zona bencana ini akan memungkinkan pengalokasian langkah-langkah pemulihan serta penyaluran bantuan tambahan bagi wilayah dan warga yang terdampak,” ujar Sanchez.
Krisis Kebakaran Hutan 2026
Tahun 2026 menjadi periode yang sangat menantang bagi Spanyol dalam menghadapi bencana kebakaran. Berdasarkan data otoritas setempat, Spanyol telah mencatat 32 kebakaran hutan hebat sejak awal tahun ini. Total lahan yang hangus mencapai sekitar 153.000 hektar.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan drastis, yakni enam kali lebih besar dibandingkan luas lahan yang terbakar pada periode yang sama di tahun 2025. Kondisi cuaca dan penyebaran api yang cepat menjadi faktor utama sulitnya pengendalian situasi di lapangan.
Evakuasi Massal di Berbagai Provinsi
Dampak kebakaran ini memaksa otoritas melakukan evakuasi besar-besaran demi keselamatan warga. Sekitar 90.000 orang di wilayah Avila, Madrid, dan Toledo telah dievakuasi atau diminta untuk tetap berada di dalam rumah guna menghindari risiko asap dan api.
Selain itu, di Provinsi Castellon, sebanyak 16.000 orang lainnya juga telah diungsikan. Otoritas setempat memperingatkan bahwa kemungkinan evakuasi tambahan masih sangat terbuka, terutama di wilayah Spanyol barat, mengingat kobaran api yang terus menyebar.
Pemerintah Spanyol sebelumnya telah mengumumkan status darurat nasional di komunitas otonom Madrid, Provinsi Avila, serta Toledo sebagai respons atas krisis kebakaran yang belum mereda.
Hingga saat ini, petugas pemadam kebakaran dan tim darurat masih terus berupaya melokalisasi titik-titik api di tengah ancaman cuaca yang tidak menentu. (Ant/Sputnik/H-3)

















































