Prof. Pitoyo Peter Hartono, ilmuwan asal Indonesia di Chukyo University Jepang.(Dok. YouTube)
Nama ilmuwan asal Indonesia, Prof. Pitoyo Peter Hartono, kembali menjadi perhatian publik setelah diketahui berperan penting dalam pengembangan teknologi robot Gundam Factory Yokohama di Jepang. Pakar kecerdasan buatan (AI) ini berkontribusi langsung dalam merancang sistem kendali robot humanoid raksasa yang menjadi ikon teknologi dunia tersebut.
Prof. Pitoyo saat ini berkarier sebagai profesor di Chukyo University, Jepang. Fokus penelitiannya mencakup machine learning, sistem robot otonom, dan neural network. Pengalamannya yang luas di bidang robotika membuatnya dipercaya masuk dalam tim pengembang proyek RX-78F00 Gundam, sebuah robot setinggi 18 meter yang mampu bergerak dinamis layaknya manusia.
Teknologi di balik robot Gundam Yokohama memadukan sistem mekanik kompleks, sensor, serta aktuator yang dikendalikan oleh algoritma AI. Peran Prof. Pitoyo memastikan gerakan robot tetap stabil dan aman saat beroperasi. Hal ini membuktikan bahwa talenta diaspora Indonesia mampu bersaing dan memimpin di garis depan inovasi sains global.
Selain terlibat dalam proyek prestisius tersebut, Prof. Pitoyo aktif menghasilkan berbagai publikasi ilmiah. Penelitiannya banyak diaplikasikan pada sistem cerdas untuk kebutuhan industri dan otomasi. Kehadirannya dalam proyek Gundam menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi internasional di bidang teknologi tinggi semakin terbuka bagi peneliti Indonesia.
Robot Gundam Yokohama sendiri pertama kali diperkenalkan pada tahun 2020 sebagai bagian dari perayaan waralaba Mobile Suit Gundam. Proyek ini dianggap sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam pengembangan robot humanoid berskala besar di dunia.
Kiprah Prof. Pitoyo Peter Hartono diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk menekuni bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Prestasi ini menegaskan bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia berkualitas yang mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan teknologi masa depan. (Instagram@gnsfi/Z-10)

















































