Ilustrasi.(Dok Istimewa)
ANCAMAN konflik satwa liar melumpuhkan aktivitas warga di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Kemunculan harimau sumatra di kawasan permukiman hingga menyerang hewan ternak memicu kepanikan luar biasa di tengah masyarakat.
Demi mengantisipasi potensi bahaya keselamatan jiwa, seluruh kegiatan sekolah secara tatap muka resmi dihentikan total dan dialihkan ke sistem belajar dari rumah mulai Senin (27/7). Langkah ini diambil setelah keberadaan satwa dilindungi tersebut semakin mendekati area hunian warga.
Warga Mengurung Diri, Ternak Diserang
Kepanikan melanda warga Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Inhil. Penemuan jejak kaki di sekitar permukiman mempertegas keberadaan harimau sumatra di lingkungan masyarakat. Keresahan warga kian memuncak setelah seekor sapi ditemukan terluka parah di bagian kaki, diduga kuat akibat diterkam harimau yang berkeliaran sejak empat hari terakhir.
Ancaman nyata ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh total. Suasana desa mendadak sunyi lantaran warga memilih mengurung diri di dalam rumah demi keselamatan. Bangunan-bangunan sekolah di wilayah ini pun tampak kosong tanpa kegiatan belajar mengajar secara langsung.
Respons Pemerintah Desa dan BBKSDA
Pemerintah Desa Sungai Danai mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar rumah. Kepala Desa Sungai Danai, Halim, menyatakan pihaknya melayangkan surat resmi kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk segera melakukan penanganan.
"Kemunculan harimau di Desa Sungai Danai memang sangat meresahkan dan menjadi perhatian utama kami saat ini. Kami mengimbau seluruh warga agar mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak. Pihak desa juga sudah melayangkan surat resmi ke BBKSDA Riau agar tim penanganan konflik satwa segera diterjunkan untuk melakukan evakuasi," ujar Halim, Senin (27/7).
Sekolah Dialihkan ke Sistem Daring
Langkah tegas juga diambil Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil dengan mengeluarkan kebijakan dispensasi khusus. Seluruh siswa, guru, hingga tenaga kependidikan di Desa Sungai Danai dibebaskan dari kehadiran fisik di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil, Abdul Rasyid, menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar dialihkan penuh ke rumah masing-masing hingga kondisi wilayah setempat dipastikan benar-benar aman.
"Kami telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di Desa Sungai Danai untuk menghentikan sementara tatap muka dan beralih ke sistem daring. Langkah ini diambil demi keselamatan bersama hingga situasi dinyatakan benar-benar aman," tegas Rasyid.
Hingga saat ini, warga Desa Sungai Danai dan pemerintah setempat masih terus bersiaga menunggu kedatangan tim BBKSDA Riau di lapangan. Masyarakat berharap proses mitigasi dan evakuasi satwa liar tersebut dapat berjalan lancar sehingga aktivitas harian dan kegiatan sekolah bisa kembali pulih seperti sedia kala. (I-2)

















































