Kasus DBD di Klaten Turun Signifikan pada 2026, Warga Diminta Tetap Waspada

6 hours ago 1
Kasus DBD di Klaten Turun Signifikan pada 2026, Warga Diminta Tetap Waspada Pemberantasan sarang nyamuk dengan fogging.(MI/DJOKO SARDJONO)

KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada tahun 2026 menunjukkan tren penurunan yang sangat signifikan. Kendati demikian, otoritas kesehatan setempat meminta masyarakat tidak lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan melalui kebersihan lingkungan.

Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto, memaparkan bahwa berdasarkan data hingga minggu ke-32 tahun 2026, tercatat sebanyak 124 kasus DBD dengan satu kasus kematian. Angka ini menunjukkan penurunan tajam jika dibandingkan dengan data pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Perlu diketahui, bahwa jumlah kasus DBD periode yang sama tahun 2025 mencapai 419 kasus dan tiga meninggal dunia. Dengan demikian, kasus DBD Klaten tahun ini turun drastis,” ujar Anggit kepada Media Indonesia, Kamis (20/8).

Menurut Anggit, penurunan drastis ini merupakan hasil dari meningkatnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjalankan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Selain itu, optimalisasi peran juru pemantau jentik nyamuk (jumantik) di tingkat desa dan kelurahan dinilai menjadi kunci keberhasilan menekan laju penyebaran virus yang dibawa nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Faktor lain yang berkontribusi pada tren positif ini meliputi:

  • Peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri.
  • Percepatan penanganan medis bagi pasien yang menunjukkan gejala awal DBD.
  • Intensitas kegiatan sosialisasi kesehatan yang terus digencarkan oleh pemerintah daerah.

Meski data menunjukkan perbaikan situasi, Anggit menegaskan agar warga tidak mengendurkan upaya pencegahan. Ia mengingatkan bahwa perubahan cuaca dan kondisi lingkungan yang tidak terawat bisa sewaktu-waktu memicu kembali lonjakan kasus.

“Meski kasus DBD tahun ini mengalami penurunan signifikan, kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk tetap waspada, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan. Pun, kegiatan PSN dan jumantik harus tetap berjalan secara berhasil guna,” pungkasnya.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |