Ismail Kartal secara mendadak mengundurkan diri dari kursi pelatih Fenerbahce usai imbang lawan Roma. Namun Presiden Aziz Yildirim tegas menolak keputusan itu.(Bein Sport)
PELATIH kepala Fenerbahce, Ismail Kartal, secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya hanya beberapa menit setelah tim asal Turki tersebut bermain imbang 1-1 melawan Roma di ajang Liga Champions.
Pria berusia 65 tahun itu menyampaikan pengumuman mendadak tersebut dalam konferensi pers pascamatch. Kartal bahkan menegaskan rencananya untuk tidak akan pernah kembali ke klub yang pernah ia bela sebagai pemain maupun asisten pelatih tersebut.
Kartal baru saja kembali mengarsiteki Fenerbahce untuk periode keempatnya pada Juni 2026, sekaligus membawa klub tersebut kembali tampil di panggung Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 18 tahun. Saat ini, Fenerbahce tertahan di posisi kesembilan klasemen Super Lig Turki dengan raihan dua kemenangan dan dua kekalahan, serta baru melakoni satu pertandingan di Liga Champions.
"Saya telah berada di sini selama tiga bulan. Sejak awal musim hingga hari ini, sesi latihan dan pemusatan latihan yang kami jalani bersama para pemain, serta upaya dari presiden kami, sangat membantu. Itu adalah hari-hari yang indah," ungkap Kartal.
"Mulai malam ini, saya mengucapkan selamat kepada para pemain saya dan mengundurkan diri dari jabatan saya."
"Saya mengambil keputusan ini untuk membuka jalan bagi klub saya. Kami membuat keputusan ini bersama-sama sebagai sebuah tim."
"Mulai saat ini, untuk membantu Fenerbahce, para pemain saya, dan pelatih-pelatih di masa depan, saya telah mengundurkan diri dari jabatan saya, dengan niat untuk tidak akan pernah kembali," tegasnya.
Presiden Klub Tolak Pengunduran Diri
Kendati demikian, Presiden Klub Aziz Yildirim secara tegas menolak keputusan pengunduran diri Kartal. Dalam pernyataan resmi di situs klub, Yildirim memastikan sang juru taktik tetap memegang kendali tim.
"Ismail Kartal masih bertugas. Klub harus mendukung pelatih kami. Sampai saya pergi, Ismail Kartal adalah pelatih kepala Fenerbahce," tegas Yildirim.
Yildirim mengonfirmasi telah berbicara langsung dengan Kartal seusai konferensi pers. Sang pelatih menyebutkan "tekanan" pekerjaan serta insiden di tengah laga, di mana ia terkena lemparan botol dari tribun penonton, sebagai faktor di balik keputusannya. Pihak klub menyatakan lewat media sosial bahwa penonton yang terlibat insiden penlemparan botol tersebut telah diidentifikasi dan dijatuhi sanksi larangan masuk stadion.
Yildirim juga mengkritik sikap sebagian pendukung dan media yang terus-menerus memberikan tekanan dan kritik tajam. Ia meminta semua pihak untuk menghormati nilai-nilai klub dan memberikan dukungan penuh kepada Kartal.
"Komunitas ini harus mendukung Ismail Kartal. Anda tidak bisa menunjukkan dukungan dengan melayangkan pukulan seperti ini kepadanya," ujar Yildirim. "Ismail Kartal tidak perlu mengatakan dia akan melanjutkan. Saya adalah seniornya. Saya katakan dia akan melanjutkan, dan itu saja. Kami adalah sebuah keluarga."
Para Pemain Terkejut
Pengumuman mendadak ini mengejutkan skuad Fenerbahce. Bek asal Inggris, Archie Brown, yang mencetak gol penyeimbang pada menit ke-48 usai membalas gol Bryan Cristante, tampak sangat terkejut saat diwawancarai seusai pertandingan.
Ketika diberitahu mengenai kabar pengunduran diri pelatihnya, Brown merespons dengan heran, "Apa maksud Anda dia mengundurkan diri? Sebagai pelatih? Dia bukan pelatih lagi? Dia baru saja mengatakan ini? Saya tidak tahu soal ini."
Ismail Kartal memiliki rekam jejak panjang bersama Fenerbahce. Ia pernah menjuarai Piala Super Turki pada 2014 pada periode pertamanya sebagai manajer, setelah sebelumnya bertugas selama empat tahun sebagai asisten pelatih. Semasa menjadi pemain, Kartal sukses mengoleksi dua gelar liga dari total enam trofi yang dipersembahkannya untuk klub. (BBC/Z-2)


















































