Isak Tangis Sambut Jenazah Wili Mbuik, Korban Penembakan di Wamena

1 week ago 16
Isak Tangis Sambut Jenazah Wili Mbuik, Korban Penembakan di Wamena Jenazah Wili Mbuik, 25, warga NTT korban penembakan di Wamena, Papua Pegunungan tiba di Kupang, Jumat (11/9).(MI/Palce Amalo)

ISAK tangis keluarga pecah saat jenazah Wili Mbuik, 25, korban penembakan di Distrik Wamena, Papua Pegunungan, tiba di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (11/9) pagi.

Jenazah Wili tiba dengan pesawat Batik Air dari Jakarta. Keluarga yang telah menunggu langsung memeluk peti jenazah dengan tangisan begitu jenazah dikeluarkan dari area kargo bandara.

Peti jenazah kemudian ditutup dengan bendera Merah Putih, sebelum digotong menuju mobil jenazah oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja. 

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma memimpin penghormatan terhadap jenazah bersama sejumlah  pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov NTT.

Dari Bandara El Tari, jenazah dibawa ke Pelabuhan Penyeberangan Bolok untuk selanjutnya diberangkatkan menggunakan kapal feri menuju kampung halamannya di Kabupaten Rote Ndao.

Johni mengatakan, Wili dan warga NTT lainnya yang berada di Papua datang untuk mengabdi dan melayani masyarakat, bukan untuk berperang dengan kelompok mana pun.

"Mereka di sana untuk mengabdi, untuk melayani. Mereka di sana bukan untuk berperang dengan siapa pun, tetapi mereka mengabdi dan melayani dengan ketulusan. Kenapa harus dibunuh?" kata Johni. 

Ia mengecam tindakan kekerasan terhadap warga sipil serta meminta kelompok bersenjata di Papua tidak menjadikan masyarakat sipil sebagai korban.

"Kalian boleh memperjuangkan apa yang kalian inginkan, tapi jangan membunuh, mengorbankan rakyat sipil, merusak fasilitas umum, sekolah, rumah sakit. Itu adalah perbuatan biadab, perbuatan yang tidak manusiawi," tegasnya.

Johni juga mengimbau kelompok bersenjata untuk menghentikan tindakan kekerasan dan kembali ke pangkuan Republik Indonesia untuk bersama-sama membangun Papua.

"Saya harapkan menyadarkan kalian para KKB ini untuk tidak mengganggu, untuk tidak melakukan tindakan-tindakan biadab terhadap keluarga sekalian yang mengabdi di Papua. 

Sadarlah untuk kembali ke pangkuan Republik Indonesia, bekerja membangun Papua," ujarnya.

Terhadap keluarga korban, Johni memastikan Pemprov NTT akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk memberikan pelayanan yang dibutuhkan selama masa berkabung hingga pemakaman.

"Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Rote agar memberikan pelayanan terbaik kepada keluarga selama masa berkabung sampai dengan pemakaman," katanya.

Pemprov NTT juga meminta aparat keamanan mengusut kasus penembakan tersebut hingga tuntas dan memastikan pelaku diproses hukum serta mendapat hukuman yang setimpal. (Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |