Ilmuwan Temukan “Gunung Tersembunyi” Raksasa 2.000 Km di Bawah Permukaan Bumi

21 hours ago 3
Ilmuwan Temukan “Gunung Tersembunyi” Raksasa 2.000 Km di Bawah Permukaan Bumi Ilustrasi(Doc BBC Science Focus)

Gunung raksasa ternyata tidak hanya berada di permukaan Bumi. Jauh di bawah tanah, sekitar 2.000 kilometer dari permukaan, ilmuwan menemukan dua struktur berukuran sangat besar yang kerap digambarkan sebagai “gunung tersembunyi”. 

Keduanya berada di bawah Afrika dan Samudra Pasifik, tepatnya di bagian paling bawah mantel Bumi, dekat batas antara mantel dan inti.

Temuan mengenai struktur tersebut terungkap melalui penelitian terhadap gelombang seismik yang merambat di dalam Bumi. BBC Science Focus melaporkan, dua struktur besar itu dikenal sebagai Large Low-Velocity Provinces (LLVPs) dan masing-masing diberi nama Tuzo serta Jason. 

Keduanya bukan gunung dalam pengertian konvensional, melainkan wilayah raksasa di dalam mantel yang memiliki karakteristik berbeda terhadap perambatan gelombang gempa.

Ukurannya Melampaui Gunung Everest

Struktur raksasa di bawah Afrika dan Pasifik tersebut berada sekitar 2.000 kilometer di bawah permukaan Bumi. 

BBC Science Focus menyebut salah satunya dapat menjulang hingga sekitar 1.000 kilometer, lebih dari 100 kali ketinggian Gunung Everest, sementara struktur di bawah Pasifik membentang sekitar 3.000 kilometer. Jika digabungkan, keduanya diperkirakan mencakup sekitar 6 persen volume Bumi. 

Karena tidak dapat diamati secara langsung, keberadaan dan bentuk struktur yang dikenal sebagai LLVP ini diketahui melalui perbedaan pergerakan gelombang seismik saat melewati bagian dalam Bumi.

Diperkirakan Berusia Sangat Tua

Keberadaan LLVP sebenarnya telah diketahui sejak penelitian seismik pada dekade 1980-an. Namun, para ilmuwan masih memperdebatkan asal-usul dan usia struktur tersebut.

Penelitian yang dibahas BBC Science Focus menunjukkan bahwa LLVP memiliki butiran mineral yang jauh lebih besar dibandingkan material di “kuburan lempeng” di sekitarnya. 

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa struktur tersebut membutuhkan waktu sangat lama untuk terbentuk dan kemungkinan telah bertahan setidaknya setengah miliar tahun.

Penelitian geodinamika mengenai LLVP juga menunjukkan bahwa struktur raksasa di bawah Afrika dan Pasifik memiliki peran penting dalam memahami dinamika mantel Bumi. 

Para ilmuwan masih meneliti apakah struktur tersebut terbentuk dari material purba yang telah berada di dalam Bumi sejak awal atau merupakan hasil proses geologi seperti subduksi, ketika lempeng tektonik tenggelam ke dalam mantel.

Mengapa Berada di Bawah Afrika dan Pasifik?

LLVP berada di bagian bawah mantel, tepat di atas inti luar Bumi, sehingga penting untuk memahami pergerakan material dan panas dari bagian dalam planet. 

Penelitian dalam jurnal AGU Advances juga mengaitkan struktur ini dengan dinamika mantel dan mantle plume, serta kemungkinan perannya dalam pergerakan material panas di dalam Bumi.

Meski kerap disebut “gunung”, LLVP bukan pegunungan batuan yang terkubur, melainkan struktur raksasa di mantel dengan sifat seismik dan komposisi berbeda dari lingkungan sekitarnya. 

Keberadaannya menunjukkan masih banyak misteri di dalam Bumi yang dapat dipelajari melalui gelombang gempa sebagai “alat pemindai” untuk memetakan struktur ribuan kilometer di bawah permukaan.

Sumber: BBC Science Focus, AGU Advances

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |