Hasil Liga Champions: Manchester United Bantai Sabah FK 4-0, Sinyal Bahaya Jelang Derby

1 week ago 15
 Manchester United Bantai Sabah FK 4-0, Sinyal Bahaya Jelang Derby Manchester United mencatatkan kemenangan terbesar di Liga Champions sejak 2020 usai menundukkan Sabah FK. Performa gemilang Benjamin Sesko jadi sorotan.(Manchester United)

MANCHESTER United mencatatkan kemenangan terbesar mereka di Liga Champions sejak 2020 usai menyingkirkan juara Azerbaijan, Sabah FK, di Stadion Old Trafford. Laga penyisihan grup format baru ini menjadi panggung dominasi tuan rumah yang tampil tanpa ampun.

Bagi Sabah FK, kelolosan ke fase liga utama merupakan pencapaian bersejarah setelah harus melewati empat putaran kualifikasi. Namun, meski sempat menciptakan beberapa peluang, mereka mendapatkan pelajaran berharga mengenai jurang kualitas yang teramat lebar menghadapi wakil Premier League. Kelima wakil Inggris musim ini sukses mengamankan tiga poin pada laga pembuka masing-masing.

Dominasi Sejak Babak Pertama

Dengan jadwal padat menyambut laga derby Manchester pada akhir pekan, pelatih kepala Michael Carrick dapat bernapas lega. Laga secara praktis sudah terkunci sejak babak pertama usai Setan Merah unggul lewat gol-gol dari Matheus Cunha, Bruno Fernandes, serta Benjamin Sesko.

Laga ini terasa sangat krusial bagi Sesko secara personal. Tampil sebagai starter untuk pertama kalinya sejak 3 Mei lalu, penyerang asal Slovenia tersebut memberikan ketajaman dan fokus baru di lini serang United, sesuatu yang sebelumnya kurang terlihat dalam tiga laga awal mereka di Premier League.

Performa impresif ini secara otomatis menempatkan Sesko sebagai kandidat kuat untuk kembali mengisi starting IX saat menghadapi Manchester City. Situasi ini memicu dilema taktik bagi Carrick: siapa yang akan mengisi pos sayap kiri antara Matheus Cunha atau Marcus Rashford, yang sepanjang laga melawan Sabah FK hanya duduk di bangku cadangan?

Modal Berharga Menatap Laga Berat

Pusingnya pilihan komposisi pemain tentu menjadi masalah manis yang disukai Carrick. Meskipun ia sempat menyampaikan seusai laga melawan Everton bahwa awal musim United "tidak terlalu buruk", ia menyadari betul bahwa mengoleksi empat poin dari tiga laga domestik bukan merupakan standar yang bisa ditoleransi.

Di kancah Liga Champions, kepulangan United ke panggung tertinggi Eropa setelah penantian lebih dari seribu hari diwarnai lawan yang relatif bersahabat. Kemenangan di laga perdana ini menjadi modal vital untuk mengamankan posisi awal.

Perjalanan United di Liga Champions dipastikan tidak akan mudah. Mereka sudah ditunggu laga-laga tandang berat melawan Atletico Madrid, Como, dan Sporting Lisbon, serta duel kandang sengit menghadapi Roma dan Bayern Munich.

Untuk sementara, berada persis di bawah sang juara bertahan Paris Saint-Germain serta Barcelona pada papan klasemen fase liga menjadikan pekan pembuka Manchester United terasa berjalan sempurna. (BBC/MU/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |