Harga Kelapa Kian Meroket H-1 Lebaran, Pasokan Minim Akibat Ekspor

3 days ago 6

8000hoki.com List Daftar website Slot Maxwin China Terbaik Sering Lancar Jackpot Full Online

hoki kilat slot Top Situs situs Slots Maxwin Vietnam Terkini Gampang Scatter Full Non Stop

1000hoki.com List Platform situs Slot Gacor Singapore Terkini Pasti Lancar Win Non Stop

5000hoki List Agen web Slots Maxwin Cambodia Terbaik Gampang Menang Full Setiap Hari

7000hoki Data Situs web Slot Gacor Philippines Terpercaya Gampang Jackpot Banyak

9000 hoki Demo website Slot Gacor Japan Terbaru Gampang Lancar Win Non Stop

Daftar games Slot Maxwin basis Indonesia Terkini Sering Lancar Jackpot Non Stop

Idagent138 Slot Maxwin Online

Luckygaming138 login Akun Slot Gacor Online

Adugaming login Slot Anti Rungkat Online

kiss69 Daftar Id Slot Game Terbaik

Agent188 Daftar Slot Terpercaya

Moto128 Daftar Slot Gacor Terbaik

Betplay138 Akun Slot Online

Letsbet77 Id Slot Maxwin Online

Portbet88 login Slot Anti Rungkat Terpercaya

Jfgaming168 Daftar Id Slot Gacor Online

Mg138 Daftar Akun Slot Gacor Online

Adagaming168 Daftar Id Slot Anti Rungkad Terpercaya

Kingbet189 login Akun Slot Anti Rungkad Terpercaya

Summer138 Id Slot Anti Rungkad Terbaik

Evorabid77 Akun Slot Anti Rungkad

TEMPO.CO, Jakarta - Harga kelapa terus meroket. Pedagang mematok setiap butir kelapa bulat berkisar antara Rp 20 ribu hingga Rp 35 ribu menjelang satu hari sebelum Lebaran 1446 Hijriah. Dibanding saat bulan puasa, harga itu mengalami kenaikan 25 hingga 40 persen dari harga semula Rp 25 ribu. Namun, hari besar keagamaan bukan satu-satunya alasan kenaikan harga kelapa bulat.

"Dengar-dengar info katanya kelapa itu dikirim ke luar negeri. Jadi itulah yang jadi penyebabnya. Stoknya sedikit, sedangkan permintaan banyak," ujar Dodi Damanhuri saat ditemui di kiosnya di kawasan Pasar Palmerah, Jakarta Barat pada Minggu, 30 Maret 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dodi mengungkapkan, tahun lalu saat menjelang Idul Fitri ia mampu menjual sekitar 3.000 butir kelapa. Namun, dengan terbatasnya pasokan dari Lampung, kini ia hanya bisa menjual sekitar 1.000 kelapa bulat yang diperas menjadi santan itu. "Jadi susah (menjual lebih dari 1.000), Makanya malah ngapain dikirim ke luar negeri kalau di sini ibaratnya masih membutuhkan?" kata Dodi memprotes. 

Selama berjualan kelapa 6 tahun ke belakang, Dodi menilai tahun ini adalah puncak tertinggi harga kelapa. Ia mengeluhkan kelangkaan stok kelapa. Bahkan laki-laki asal Pandeglang, Banten, itu menduga kelapa yang ia dapatkan memiliki kualitas buruk. 

Padahal, Dodi mengaku telah membayar harga lebih mahal akibat kelangkaan stok kelapa di tengah tingginya permintaan pasar. "Barang mahal tapi jelek, yang bagus dikirim ke luar negeri," ucap laki-laki berusia 30 tahun itu.

Sebelumnya Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan tingginya permintaan ekspor memicu harga kelapa bulat melonjak di dalam negeri. "Kelapa itu kan banyak permintaan ekspor juga ya. Terus industri di dalam negeri juga banyak minta," ucap Budi Santoso saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan pada Jumat, 21 Maret 2025. 

Budi Santoso menilai tingginya minat terhadap buah kelapa membuat stoknya menipis di pasar. "Jadi industri di dalam negeri karena banyak yang ekspor, juga kadang-kadang kesulitan dapat barang. Itu memang masalahnya," kata Budi Santoso. Ia pun mengklaim akan mengumpulkan para eksportir dan petani untuk mengevaluasi kenaikan harga kelapa menjelang Lebaran 2025.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor kelapa bulat pada bulan Februari 2025 meningkat 29,84 persen secara bulanan. BPS mencatat sepanjang Januari hingga Februari 2025 Indonesia mengekspor kelapa bulat sebanyak 71.077 ton. 

Adapun negara tujuan ekspor kelapa paling banyak ialah Cina yang mencapai 68.065 ton dengan nilai US$ 29,5 juta. Lalu disusul Vietnam 2.180 ton, Thailand 550 ton, dan Malaysia 280 ton.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |