Pemerintah Bentuk Satgas Transisi Energi, Peneliti Ingatkan Risiko Mandek

3 days ago 3

8000 hoki Situs server Slot Gacor Myanmar Terbaru Gampang Lancar Jackpot Non Stop

hokikilat.com Login web Slot Gacor Singapore Terbaru Pasti Win Full Setiap Hari

1000 hoki Login server Slot Maxwin China Terbaik Mudah Lancar Jackpot Setiap Hari

5000 Hoki Online Demo situs Slot Gacor Cambodia Terkini Gampang Win Full Banyak

7000hoki List ID web Slots Gacor Indonesia Terpercaya Sering Win Non Stop

9000hoki.com List Daftar web Slot Gacor Terbaik Gampang Lancar Jackpot Full Terus

games Slots Gacor basis Singapore Terbaik Gampang Scatter Non Stop

Idagent138 Daftar Slot Anti Rungkad

Luckygaming138 Daftar Id Slot Gacor

Adugaming login Slot Gacor Terbaik

kiss69 Id Slot Maxwin Terbaik

Agent188 login Slot Game Terbaik

Moto128 Id Slot Game Terpercaya

Betplay138 Akun Slot Game Terpercaya

Letsbet77 Daftar Id Slot Gacor

Portbet88 login Id Slot Anti Rungkad

Jfgaming Daftar Slot Anti Rungkat

Mg138 Id Slot Online

Adagaming168 Daftar Akun Slot Gacor

Kingbet189 Slot

Summer138 login Akun Slot

Evorabid77 login Slot Maxwin Terpercaya

TEMPO.CO, Jakarta - Policy Strategist Yayasan Indonesia Cerah Sartika Nur Shalati menilai efektivitas Satuan Tugas (Satgas) Transisi Energi dan Ekonomi Hijau untuk mempercepat target pengurangan emisi bisa terbatas selama pemerintah masih memprioritaskan energi fosil dalam bauran energi nasional hingga 2060.

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi langkah ini sebagai bentuk komitmen Indonesia terhadap Net Zero Emission. “Dengan adanya Satgas ini diharapkan investasi sektor energi terbarukan dapat meningkat di Indonesia," ujar Sartika ketika dihubungi Tempo, Rabu, 2 April 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Tapi perlu diingat bahwa selama pemerintah masih memprioritaskan energi fosil, Satgas ini berpotensi akan jalan di tempat,” tambahnya. Ia menyoroti potensi energi terbarukan Indonesia yang melimpah, seperti energi surya lebih dari 3.200 GW, angin 154 GW, dan mikrohidro 450 MW.

Ia mencontohkan bahwa dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2024-2060, pemanfaatan batu bara masih cukup besar, sekitar 26 GW. Selain itu, Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Kebijakan Energi Nasional (RPP KEN) yang akan segera disahkan hanya menargetkan bauran energi terbarukan mencapai 20 persen pada 2030 dan 70-72 persen pada 2060, sehingga porsi energi fosil masih signifikan.

Terkait pengawasan Satgas, Sartika menegaskan pentingnya pengawasan baik secara internal maupun eksternal. “Satgas Transisi Energi dan Ekonomi Hijau perlu diawasi dengan melibatkan masyarakat sipil, pihak swasta, dan stakeholder terkait untuk memastikan pelaksanaan tugasnya transparan dan bertanggung jawab,” tuturnya. 

Ia juga menyarankan agar Satgas secara rutin melaporkan progres dan hasil kerja kepada publik serta pemangku kepentingan. Publikasi laporan ini, menurut Sartika, akan membuka ruang bagi umpan balik dan kritik konstruktif. Selain itu, ia menekankan perlunya mekanisme pengaduan sebagai bentuk akuntabilitas dan refleksi dalam memperbaiki agenda transisi energi dan ekonomi hijau.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut sudah membentuk Satuan Tugas Transisi Energi dan Ekonomi Hijau untuk mencapai target pengurangan emisi. Pembentukan satgas tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 141 Tahun 2025.

“Indonesia tetap menetapkan target pengurangan emisi sebesar 31,89 persen secara mandiri, hingga 43 persen apabila mendapatkan dukungan finansial internasional, pada 2030,” kata Airlangga dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin, 24 Maret 2025.

Satgas disebut beradan di bawah koordinasinya dan didesain memiliki empat kelompok kerja. Keempatnya adalah Energi Hijau dan Dekarbonisasi Hulu; Industri Hijau dan Dekarbonisasi Hilir; Kemitraan, Pembiayaan, dan Investasi Hijau; Sosial, Ekonomi, Lingkungan Hidup, dan Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia.

Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam artikel ini.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |