Pendakian Gunung Rinjani Dibuka Hari Ini, Kuota Tiga Jalur Sudah Penuh

19 hours ago 1

TEMPO.CO, Mataram - Para pendaki kini bisa mengobati kerinduan pada Gunung Rinjani. Setelah ditutup sejak 11 Februari 2025, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) secara resmi membuka enam jalur pendakian ke Rinjani  mulai hari ini, Kamis, 3 April 2025. Keenam jalur pendakian itu adalah jalur Senaru, Torean, Sembalun, Timbenuh, Tete Batu, Aiq Beriq.

Kepala BTNGR, Yarman, mengatakan terdapat 700 kuota yang terbagi untuk masing-masing jalur pendakian. Dari enam jalur pendakian resmi itu tiga di antaranya sudah full booking, "Jalur Senaru, Torean dan Sembalun sudah penuh, dengan kuota total 400 pendaki," kata Yarman.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pembatasan kuota itu menurut Yarman ditentukan berdasarkan kajian daya dukung dan daya tampung di jalur pendakian. "Pengaturan kuota agar pendaki menjadi nyaman untuk untuk menikmati keindahan Gunung Rinjani secara keberlanjutan," katanya.

Waktu Pelayanan Pendakian

Dalam pengumuman resmi yang dikeluarkan  Rabu, 2 Maret 2025, BTNGR menyatakan kuota kunjungan wisata alam pendakian TN Gunung Rinjani diberlakukan sebesar 100 perseb dari kuota kunjungan normal dengan durasi pendakian selama 4 hari 3 malam.

Waktu pelayanan untuk pendakian disediakan setiap hari Senin hingga Minggu, untuk check in mulai pukul 07.00 Wita - 15.00 Wita dan check out: 07.00 Wita - 21.00 Wita atau konfirmasi khusus dengan petugas. Para pendaki harus mendaftar secara daring melalui aplikasi eRinjani yang bisa diunduh di Playstore mulai 25 Maret.

Selain memperhatikan jadwal pelayanan yang sudah ditentukan, para pendaki juga diwajibkan mematuhi aturan terkait barang bawaan mereka, terutama benda yang berpotensi menghasilkan sampah. "Untuk mendukung program Go Rinjani Zero
Waste 2025, setiap pendaki harus mewadahi barang bawaan berpotensi sampah menggunakan wadah guna ulang, reuse dan refill." kata Yarman.

Selama dua bulan penutupan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani telah melakukan sejumlah persiapan jalur pendakian antara lain membersihkan jalur dan pemasangan rambu-rambu. "Kami melakukan clean up bersama mitra, memperbaiki jalur, pemasangan penunjuk arah dan larangan, termasuk perbaikan jembatan yang rusak," kata Yarman.

Pilihan Editor: 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |