Hadirkan Layanan Token-as-a-Service untuk Efisiensi Pemanfaatan AI

22 hours ago 1
Hadirkan Layanan Token-as-a-Service untuk Efisiensi Pemanfaatan AI Ilustrasi(Dok Istimewa )

PEMANFAATAN kecerdasan artifisial (AI) yang semakin luas di berbagai sektor mendorong kebutuhan terhadap pengelolaan akses, kuota, hingga biaya teknologi tersebut. Bagi pengembang, perusahaan, maupun institusi pemerintahan, pengaturan penggunaan token menjadi salah satu aspek penting agar pemanfaatan layanan AI berlangsung efisien dan transparan.

Kebutuhan tersebut mendorong PT Kencana Satu Nuswapada (Prominence), digital hub teknologi nasional, memperkenalkan Pemuda.ai melalui soft launching pada 18 Agustus 2026. Peluncuran yang digelar menjelang Hari Kemerdekaan RI ke-81 tersebut memperkenalkan model layanan Token-as-a-Service (TaaS) untuk membantu pengelolaan penggunaan token AI di Indonesia.

Melalui layanan tersebut, pengembang, korporasi atau enterprise, sektor publik, dan pemerintahan dapat mengatur kuota token AI sekaligus mengoptimalkan efisiensi biaya. Model tersebut juga dirancang untuk mempermudah transaksi dan administrasi penggunaan layanan AI secara lebih transparan.

Token merupakan salah satu komponen dalam penggunaan berbagai model AI generatif. Sistem berbasis token memungkinkan penggunaan layanan disesuaikan dengan kebutuhan pemrosesan. Namun, seiring meningkatnya penggunaan AI dalam organisasi, pengelolaan token diperlukan agar pemanfaatan sumber daya dan biaya dapat dikendalikan.

Director & Founder Prominence Edi Sugianto mengatakan pengembangan Pemuda.ai merupakan bagian dari upaya mempertemukan kapabilitas korporasi dengan kebutuhan pengembangan teknologi nasional.

“Sebagai digital hub, kami berkomitmen mempertemukan kapabilitas korporat dengan gerakan kemandirian teknologi. Melalui soft launching Pemuda.ai dan layanan Token-as-a-Service, kami hadir untuk dapat menjawab kebutuhan developer serta enterprise dalam pengelolaan ekosistem AI secara efisien di Indonesia,” kata Edi dikutip Rabu (19/8).

Soft launching Pemuda.ai juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Prominence dan Onno Center, pusat pengembangan dan literasi teknologi yang dimotori pakar teknologi informasi Onno W. Purbo.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mengembangkan berbagai use case serta inovasi AI yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat dan industri. Kerja sama tidak hanya mencakup penyediaan layanan teknologi, tetapi juga riset, edukasi, dan implementasi solusi strategis berbasis AI.

Founder Onno Center Onno W. Purbo mengatakan pengembangan akses dan tata kelola token merupakan bagian penting dalam mendorong kemandirian teknologi terbuka di Indonesia.

“Inisiatif ini sejalan dengan misi kami di Onno Center untuk terus mendorong kemandirian teknologi terbuka. Pemuda.ai memberikan akses dan tata kelola token yang sangat dibutuhkan oleh komunitas dan industri di Indonesia,” ujar Onno.

Pengembangan layanan tersebut berlangsung di tengah penguatan ekosistem AI nasional. Pemerintah mendorong pemanfaatan AI yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aman, etis, inklusif, dan bertanggung jawab.

Penguatan kapabilitas nasional, tata kelola data, pengembangan talenta digital, riset dan inovasi, serta pemanfaatan AI di berbagai sektor menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem tersebut.

Dalam konteks kemandirian teknologi, Indonesia juga perlu memperkuat sejumlah komponen pendukung, mulai dari model AI lokal, infrastruktur komputasi, hingga talenta digital. Pengembangan berbagai komponen tersebut menjadi bagian dari upaya menuju sovereign AI seiring meningkatnya kebutuhan terhadap kapasitas AI nasional.

Tokoh telekomunikasi nasional Rudolf Nainggolan menilai perkembangan AI menuntut pelaku industri telekomunikasi dan enterprise bergerak lebih cepat dalam mempersiapkan infrastruktur serta ekosistem pendukung.

“Dunia telekomunikasi dan enterprise di Indonesia harus bergerak cepat menyongsong era kecerdasan buatan. Platform seperti Pemuda.ai yang didukung ekosistem Prominence akan menjadi fondasi yang sangat kuat bagi kemandirian dan penguatan digital nasional,” kata Rudolf.

Setelah tahap soft launching, pengembangan Pemuda.ai akan dilanjutkan menuju grand launching berskala nasional yang dijadwalkan pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. (E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |