Fosil Telur Ungkap Titanosaurus Pernah Bersarang di Wilayah Dekat Kutub

1 week ago 14
Fosil Telur Ungkap Titanosaurus Pernah Bersarang di Wilayah Dekat Kutub Ilustrasi(Doc Phys)

Dinosaurus raksasa ternyata pernah berkembang biak di wilayah yang jauh lebih dekat dengan kutub daripada perkiraan sebelumnya. Temuan fosil cangkang telur di Patagonia, Argentina, menunjukkan bahwa titanosaurus, kelompok dinosaurus pemakan tumbuhan berleher panjang, pernah bersarang di kawasan dengan kondisi yang relatif dingin pada akhir zaman Kapur.

Dikutip dari Phys.org, penelitian yang dipimpin Kohei Tanaka dari University of Tsukuba, Jepang, menganalisis 255 fragmen cangkang telur yang ditemukan di Formasi Chorrillo, Patagonia bagian selatan. Fosil tersebut dikumpulkan pada 2020 dan 2024 serta berasal dari periode Maastrichtian Akhir, menjelang berakhirnya zaman Kapur.

Ditemukan di Wilayah Dekat Kutub

Lokasi fosil menjadi perhatian karena berada pada sekitar 55-60 derajat lintang selatan. Berdasarkan penelitian, wilayah tersebut diperkirakan memiliki suhu rata-rata tahunan sekitar 12–14,5 derajat Celsius ketika telur-telur itu berada di sana.

Berdasarkan laporan dari Royal Society Publishing, analisis mikroskopis dan pemindaian mikro-CT terhadap cangkang menunjukkan karakteristik yang sesuai dengan Fusioolithus, jenis fosil cangkang telur yang kemungkinan berasal dari titanosaurus.

Peneliti kemudian menganalisis bentuk, ketebalan, serta kepadatan pori pada cangkang. Hasilnya menunjukkan pola pori yang menyerupai telur dinosaurus yang dikubur selama proses inkubasi.

Temuan tersebut memberikan petunjuk mengenai bagaimana dinosaurus raksasa itu dapat menetaskan telur di lingkungan dengan suhu lebih rendah.

Diduga Memanfaatkan Vegetasi Membusuk

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Phys.org, peneliti menduga telur-telur tersebut ditempatkan di dalam sarang yang tertutup material. 

Vegetasi yang membusuk diduga menghasilkan panas dan membantu menjaga suhu yang diperlukan selama perkembangan embrio.

Strategi tersebut berbeda dari gambaran umum bahwa telur dinosaurus harus berada di lingkungan hangat dengan paparan sinar matahari. 

Jika interpretasi ini benar, titanosaurus kemungkinan memiliki cara untuk bereproduksi di wilayah dengan kondisi iklim yang tidak terlalu hangat.

Meski demikian, peneliti belum dapat memastikan secara mutlak bagaimana proses inkubasi berlangsung. Dilansir dari Phys.org, tidak ditemukan telur utuh maupun sarang yang masih lengkap di lokasi tersebut. Karena itu, penggunaan panas dari vegetasi yang membusuk masih menjadi dugaan berdasarkan karakteristik cangkang telur.

Penelitian ini memberikan gambaran baru mengenai kemampuan adaptasi titanosaurus. Keberadaan cangkang telur di Patagonia selatan menunjukkan bahwa dinosaurus raksasa tersebut mampu berkembang biak di wilayah dengan lintang tinggi, jauh lebih selatan dibandingkan lokasi sarang titanosaurus yang sebelumnya diketahui.

Sumber: Phys.org, Royal Society Publishing

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |