Yuval Abraham dan Rachel Szor.(Dok Youtube gbs)
SUATU film dokumenter baru dari dua sineas Israel pemenang Oscar menyajikan kesaksian mengejutkan mengenai pembunuhan massal berbasis kecerdasan buatan (AI) di Jalur Gaza, Palestina. Kesaksian tersebut datang langsung dari para pria dan perempuan yang terlibat dalam operasi tersebut.
Sutradara Yuval Abraham dan Rachel Szor mengungkapkan kepada AFP di Venesia bahwa mereka mengumpulkan bukti dari 24 tokoh militer atau intelijen Israel. Para personel ini setuju untuk memberikan kesaksian di depan kamera di Tel Aviv dengan syarat identitas mereka dilindungi.
"Kami membiarkan para tentara dan perwira berbicara tentang semua yang mereka lakukan," kata Abraham menjelang pemutaran perdana film tersebut di Festival Film Venesia. "Tujuannya sangat sederhana: kami ingin mendengar sedetail mungkin bagaimana sistem pembunuhan di Gaza terlihat dan bagaimana sistem itu beroperasi."
Eufemisme di Balik Nama NAZA
Film mereka yang berjudul NAZA, mengambil nama dari eufemisme yang digunakan oleh intelijen Israel untuk menunjukkan jumlah warga sipil yang diperkirakan akan tewas dalam serangan udara. Dokumenter ini merupakan hasil investigasi selama hampir tiga tahun dan menjadi satu-satunya dokumenter yang berkompetisi di Festival Film Venesia tahun ini.
Dalam NAZA, para personel militer Israel menjelaskan secara rinci bagaimana pengawasan massal di Gaza--saat seluruh jaringan telekomunikasi dipantau oleh Israel--dikombinasikan dengan teknologi AI untuk mengidentifikasi target yang akan dibunuh.
"Pengawasan massal berhubungan langsung dengan pembunuhan massal," tegas Abraham, 31. Ia menyimpulkan bahwa pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melanggar Konvensi Genosida 1948 dan berkomitmen mengusir penduduk Gaza.
Data Korban Konflik:
- Korban tewas di Gaza: Sekitar 73.500 warga Palestina (sejak Oktober 2023).
- Korban luka di Gaza: 174.500 orang.
- Korban tewas di pihak Israel: 1.219 orang (akibat serangan Hamas 7 Oktober 2023).
*Sumber: Kementerian Kesehatan Gaza (PBB menganggap andal) dan penghitungan AFP berdasarkan angka resmi Israel.
Pola Dehumanisasi
Abraham dan Szor sebelumnya memenangkan Oscar pada tahun 2025 untuk film No Other Land. Karya terbaru mereka ini diproduksi oleh Jim Wilson dengan bantuan Jonathan Glazer--tim di balik film pemenang Oscar The Zone of Interest--serta surat kabar The Guardian.
Film ini juga menyertakan referensi ke Holocaust. "Saya tidak mengatakan itu sama. Saya pikir yang harus kita lakukan adalah mengenali pola dehumanisasi yang serupa," jelas Abraham.
Kedua jurnalis investigasi ini berharap karya mereka dapat mendorong negara-negara Barat untuk menghentikan dukungan terhadap Israel dan memberikan tekanan melalui sanksi. Menurut mereka, penolakan untuk bertindak justru memperlemah orang-orang di dalam Israel dan Palestina yang sedang memperjuangkan solusi politik dan hak asasi manusia.
Pergeseran Opini Publik
Kehadiran film NAZA di Venesia menandai tren meningkatnya film bertema konflik Gaza di panggung internasional. Aktris Amerika Serikat, Susan Sarandon, menyatakan bahwa narasi seputar Gaza dan dukungan finansial serta militer AS untuk Israel telah berubah total.
Di sisi lain, kebebasan pers tetap menjadi isu krusial. Jurnalis asing dilarang meliput langsung dari Gaza kecuali di bawah pengawasan ketat militer Israel. Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) mencatat lebih dari 200 jurnalis Palestina telah tewas sejak Oktober 2023, yang disebut sebagai upaya paling mematikan dan disengaja untuk membungkam jurnalis yang pernah didokumentasikan oleh lembaga tersebut. (AFP/I-2)


















































