Fakta Banjir Bandang Nepal-Tibet: Kronologi, Penyebab, dan Ratusan Korban Hilang

1 hour ago 1
 Kronologi, Penyebab, dan Ratusan Korban Hilang Bannjir bandang Nepal-Tibet(AFP)

OPERASI dan penyelamatan skala besar terus berjalan usai banjir bandang dan longsor dahsyat yang menerjang kawasan perbatasan Nepal-Tibet. Bencana alam ini menimbulkan kerusakan parah, menewaskan setidaknya 160 orang, serta menyebabkan ratusan warga lokal dan wisatawan asing hilang.

Berikut sejumlah fakta terkait peristiwa ini

Penyebab Bencana

Penyebab pasti bencana ini masih menjadi teka-teki. Menteri Luar Negeri Nepal sebelumnya menyebutkan adanya laporan gempa bumi di perbatasan Tibet-Nepal sesaat sebelum longsor, yang diduga memicu bencana tersebut. Namun, analisis terbaru dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menunjukkan tidak ada aktivitas gempa bumi di lokasi tersebut.

Para ilmuwan menduga air dari curahan hujan deras atau mencairnya es kemungkinan telah memicu ketidakstabilan tanah maupun lapisan es. Walaupun perubahan iklim diketahui mempercepat pencairan gletser di wilayah Hindu Kush Himalaya, para ahli menilai masih terlalu dini untuk memastikan perannya dalam peristiwa spesifik ini. Saat ini, ilmuwan tengah mengkaji citra satelit, potensi luapan danau gletser, penyumbatan aliran sungai, hingga data curah hujan untuk merangkai kronologi kejadian secara akurat.

Dampak Kerusakan

Dampak longsoran batuan dan lumpur bergerak cepat menerjang kota-kota di Nepal utara, termasuk kawasan yang populer bagi pendaki gunung dan peziarah. Kawasan perbatasan ini berjarak sekitar 40 mil (64,4 km) di sebelah utara ibu kota Nepal, Kathmandu. Rekaman video memperlihatkan gelombang lumpur dan batu menyapu bangunan, jalan, serta kendaraan. Di wilayah Nuwakot dan sepanjang Sungai Trishuli, dinding air bercampur lumpur menerjang hingga menenggelamkan pos pemeriksaan perbatasan Rasuvagadhi yang berupa bangunan bertingkat. Banjir parah juga dilaporkan terjadi di sepanjang Sungai Bhote Koshi, Trishuli, dan Narayani, serta merambah desa-desa di sisi Tibet.

Korban Jiwa dan Warga Hilang

Hingga saat ini, Kepolisian Nepal mengonfirmasi telah menemukan 157 jenazah, sementara pihak Tiongkok melaporkan sedikitnya tiga orang tewas di wilayah Tibet. Namun, jumlah korban jiwa diperkirakan akan melonjak secara signifikan. Badan Pariwisata Nepal mencatat 403 orang masih dinyatakan hilang, di mana 341 di antaranya merupakan warga negara asing dari 26 negara.

Rincian Wisatawan Asing yang Hilang:

  • India: 142 orang.
  • Amerika Serikat: 54 orang.
  • Ukraina: 53 orang.
  • Inggris: 33 orang.
  • Kanada: 24 orang.
  • Malaysia: 17 orang (rombongan Fishtail Tours and Travels).
  • Negara lain: Sejumlah wisatawan dari Korea Selatan, Afrika Selatan, Portugal, Australia, dan Belanda.

Respon Pemimpin Dunia

Menanggapi bencana ini, Perdana Menteri Nepal menyatakan bahwa "seluruh bangsa terkejut dan sangat berduka" serta memastikan pihak berwenang berkoordinasi langsung dengan Tiongkok. Presiden Tiongkok Xi Jinping mengimbau upaya pencarian "habis-habisan" dan memprioritaskan penguatan sistem pemantauan serta peringatan dini. Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi menegaskan pemerintahnya "siap memberikan semua jenis bantuan kemanusiaan yang memungkinkan kepada Nepal." Dari Inggris, Perdana Menteri Andy Burnham berjanji pemerintahannya akan melakukan "segalanya yang kami bisa" untuk mendukung warga negara Inggris di Nepal.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |