Ekspedisi Rupiah BI-TNI AL Sasar Lima Pulau Terdampak Gempa NTT

4 hours ago 1
Ekspedisi Rupiah BI-TNI AL Sasar Lima Pulau Terdampak Gempa  NTT Komandan Kodaeral VII, Laksamana Muda TNI Joni Sudianto(MI/PALCE AMALO)

BANK Indonesia (BI) Bersama TNI Angkatan Laut menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 ke sejumlah pulau di Nusa Tenggara Timur, yang terdampak gempa bumi.

Ekspedisi yang berlangsung drari 20-26 Agustus 2026 itu akan menyambangi lima pulau, yakni Pulau Riung, Palue, Pemana, Weiwerang, dan Lamalera.  Selain memberikan layanan penukaran uang rupiah, kegiatan tersebut juga membawa misi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa.

Tim Kas Keliling Kepulauan 3T Ekspedisi Rupiah Berdaulat dilakukan di Dermaga Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) VII Kupang, Kamis (20/8) pagi mengunakan KRI Hiu 634. Mereka dilepas oleh Komandan Kodaeral VII, Laksamana Muda TNI Joni Sudianto dan Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Alfin Ari Wijayanto.

Menurut Alfin, total uang rupiah yang dibawa dalam ekspedisi tersebut mencapai Rp4,3 miliar. Uang tersebut terdiri dari berbagai pecahan, dengan porsi terbesar berupa uang pecahan kecil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

"Ekspedisi Rupiah Berdaulat pada dasarnya merupakan upaya BI menjalankan kebijakan clean money policy, yakni menarik uang lusuh dan menggantinya dengan uang rupiah yang layak edar.

Namun, kondisi bencana gempa yang melanda sejumlah wilayah di Flores membuat ekspedisi kali ini juga menjadi misi kemanusiaan. “Ekspedisi ini awalnya untuk melakukan clean money policy, yaitu penukaran uang rupiah di daerah terpencil untuk menarik uang lusuh dan menggantinya dengan uang yang lebih segar. Namun, dengan kondisi yang saat ini dirasakan saudara-saudara kita di Flores, ini menjadi misi combo,” tambahnya.

Menurutnya, BI juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara merawat dan mencintai rupiah, serta membawa bantuan kemanusiaan berupa paket sembako dan air minum.

Alfin mengatakan penggunaan armada TNI AL menjadi salah satu cara tercepat untuk menjangkau pulau-pulau terpencil di tengah kondisi penanganan dampak gempa.

“Dengan bantuan TNI AL, kita melihat ini sebagai sarana tercepat saat ini yang bisa menjangkau pulau terpencil. Kami berkoordinasi dengan kantor pusat untuk memberikan bantuan sekitar tiga ton berupa paket sembako, dan juga air minum,” kata Alfin. 

Dia mengatakan, penyaluran bantuan akan dilakukan secara bertahap. Selain bantuan yang dibawa dalam ekspedisi, BI juga menyiapkan bantuan melalui BPBD serta kemungkinan bantuan tambahan yang dikirim langsung dari Jakarta ke Flores.

KRI Hiu Jalankan Dua Misi

Komandan Kodaeral VII, Laksamana Muda TNI Joni Sudianto, mengatakan KRI Hiu-634 menjalankan dua tugas sekaligus, yakni mendukung Ekspedisi Rupiah Berdaulat dan membawa bantuan kemanusiaan bagi masyarakat di pulau-pulau terdampak gempa Flores.

Joni mengatakan aspek keselamatan seluruh personel telah dipersiapkan. KRI Hiu-634 dilengkapi skoci penolong dan jaket pelampung bagi awak kapal maupun personel yang berada di atas kapal.  

Menurutnya, bantuan yang diangkut kapal antra lain berupa makanan, obat-obatan, pakaian layak pakai, dan air mineral.
Bantuan tersebut dikumpulkan dari masyarakat di sekitar kompleks TNI AL di Kupang, Dinas Kesehatan NTT, serta Bank Indonesia.

Joni mengatakan bantuan difokuskan ke pulau-pulau kecil karena wilayah tersebut juga terdampak gempa, namun kondisi dan kebutuhan masyarakat di sana belum banyak terekspos.

“Pulau-pulau kecil tersebut juga mengalami dampak. Namun karena letaknya terpencil, mungkin kita belum mengeksplor dan belum terekspos dampak yang ada di pulau-pulau tersebut,” katanya.

Menurut Joni, KRI Hiu-634 digunakan untuk menjangkau lima pulau tersebut karena masyarakat di wilayah terpencil membutuhkan sarana transportasi laut untuk mendapatkan bantuan.

Namun, keterbatasan ukuran KRI Hiu-634 membuat tidak seluruh bantuan yang telah terkumpul di Kupang dapat diangkut dalam satu kali pelayaran, sehingga bantuan yang dibawa disesuaikan dengan kapasitas kapal. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |