PT Menarini Indria Laboratories (PT MILabs) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi menanam 1.500 bibit mangrove di garis pantai Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan.(DOK.PEMKABBEKASI)
DINAS Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi memperkuat pertahanan pesisir utara dengan melakukan penanaman 1.500 bibit pohon bakau (mangrove). Aksi konservasi ini dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan sektor swasta sebagai upaya konkret menekan laju abrasi dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Kepala DLH Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, menyatakan bahwa kegiatan ini dipusatkan di garis pantai Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan. Penanaman dilakukan pada Rabu (19/8) dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan dunia usaha.
"Hari ini kami bersama dunia usaha melakukan kegiatan konservasi dengan menanam mangrove di garis pantai Desa Hurip Jaya. Aksi pelestarian ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi serta HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Donny dalam keterangannya di Cikarang, Kamis (20/8).
Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha
Dalam aksi tersebut, para peserta mengenakan atribut bernuansa merah putih sebagai simbol nasionalisme dan kepedulian lingkungan. Donny memberikan apresiasi khusus kepada PT Menarini Indria Laboratories (MILabs) yang menjadi mitra utama dalam penyediaan 1.500 bibit mangrove tersebut.
Menurut Donny, tantangan lingkungan saat ini sangat kompleks karena dunia sedang menghadapi triple planetary crisis, yaitu perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, dan pencemaran. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama.
Data Penanaman Mangrove Kabupaten Bekasi:
| Jumlah Bibit | 1.500 Pohon Bakau |
| Lokasi | Desa Hurip Jaya, Kec. Babelan |
| Mitra Strategis | PT Menarini Indria Laboratories (MILabs) |
| Tujuan Utama | Pengendali Abrasi & Habitat Biodiversitas |
Mitigasi Kerusakan Pesisir Utara Jawa
Perwakilan PT MILabs, Hardy Bowie, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah nyata menghadapi dampak perubahan iklim yang kian mengkhawatirkan di sepanjang pantai utara (Pantura) Jawa. Ia menyoroti fenomena hilangnya daratan di wilayah seperti Demak dan Pekalongan akibat kenaikan muka air laut dan penurunan permukaan tanah.
"Salah satu upaya menyelamatkan dan menjaga kawasan pesisir adalah dengan menanam mangrove. Kami ingin memastikan pesisir utara Kabupaten Bekasi tidak mengalami kerusakan serupa," kata Hardy.
DLH Kabupaten Bekasi menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya berhenti pada tahap penanaman. Diperlukan fase pemeliharaan dan pengawasan berkelanjutan agar hutan mangrove tersebut dapat berfungsi optimal sebagai penyimpan karbon, tempat pemijahan ikan, serta pelindung alami bagi masyarakat pesisir dari ancaman bencana laut. (AK/I-1)


















































