Digitalisasi Perluas Akses Perlindungan Finansial bagi Masyarakat Indonesia

1 week ago 4
Digitalisasi Perluas Akses Perlindungan Finansial bagi Masyarakat Indonesia Ilustrasi(Dok Istimewa)

TRANSFORMASI digital di sektor jasa keuangan semakin membuka akses masyarakat terhadap perlindungan finansial yang mudah, cepat, dan terjangkau. Perkembangan ini menjadi bagian penting di tengah kebutuhan memperluas inklusi keuangan nasional, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat layanan dan menghadapi keterbatasan akses terhadap kantor fisik.

Pemanfaatan teknologi juga memberikan kemudahan ketika keluarga menghadapi kondisi sulit, termasuk kehilangan anggota keluarga yang menjadi penopang ekonomi.

Proses klaim yang dapat dilakukan secara digital memungkinkan penerima manfaat memperoleh santunan tanpa harus menghadapi kendala jarak, waktu dan biaya perjalanan.

Pengalaman tersebut dirasakan Maesaroh, 58, pedagang kecil asal Cikarang, Jawa Barat, yang baru kehilangan suaminya, almarhum Endang. Setelah sang suami meninggal dunia, Maesaroh baru mengetahui bahwa almarhum telah menyiapkan perlindungan jiwa melalui Asuransi SalingJaga Keluarga.

Tanpa memiliki pengalaman sebelumnya dalam mengurus klaim asuransi, Maesaroh kemudian mengajukan klaim secara digital. Seluruh proses dapat dilakukan melalui telepon genggam dari rumah sehingga ia tidak perlu mendatangi kantor layanan yang lokasinya cukup jauh dari kediamannya.

“Saya sangat bersyukur dan merasa sangat terbantu dengan adanya SalingJaga Keluarga. Karena pengajuannya lewat HP, saya gak perlu repot-repot pergi ke kantor SalingJaga yang lokasinya cukup jauh dari rumah saya di Cikarang,” ujar Maesaroh.

Ia mengatakan proses pengajuan juga mendapat pendampingan dari tim layanan. Respons yang cepat, informasi yang jelas, serta pendampingan selama proses administrasi membuatnya lebih mudah menyelesaikan pengajuan di tengah situasi keluarga yang sedang berduka.

“Selama proses klaim, tim dari SalingJaga juga sangat responsif, sabar, dan informatif dalam mendampingi kami. Dana santunan ini betul-betul menjadi penolong dan modal saya untuk melanjutkan hidup,” katanya. 

Pengalaman itu memperlihatkan pentingnya pengembangan perlindungan finansial yang semakin inklusif bagi masyarakat Indonesia. Pekerja mandiri, pelaku usaha kecil, dan keluarga kelas menengah membutuhkan skema perlindungan yang sederhana dan memiliki biaya sesuai kemampuan ekonomi.

PT Asuransi Jiwa Syariah Kitabisa melalui layanan tersebut menawarkan perlindungan jiwa syariah dengan kontribusi mulai Rp60 ribuan per tahun. Teknologi digital dimanfaatkan untuk mempermudah masyarakat memperoleh informasi, mendaftar, hingga mengajukan klaim. Direktur SalingJaga Eriawan Indra mengatakan perusahaan berupaya mengubah pandangan bahwa asuransi merupakan layanan yang mahal dan sulit dijangkau.

“Kami ingin mematahkan anggapan bahwa asuransi itu mahal dan sulit dijangkau. Melalui integrasi teknologi digital dan biaya yang sangat terjangkau mulai Rp60 ribuan per tahun, layanan ini hadir agar siapa saja memiliki akses perlindungan finansial yang mudah, cepat, dan menenangkan bagi keluarganya,” ujarnya.

Sebagai asuransi jiwa syariah, layanan tersebut mengusung semangat tolong-menolong atau takaful serta prinsip transparansi. Peserta dapat memantau penggunaan dana bersama, rincian klaim, hingga data anggota yang menerima manfaat melalui aplikasi dan situs resmi SalingJaga. (H-2)
 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |