Dalam Sehari, Dua Peristiwa Karhutla Terjadi di Wilayah Penajam Paser Utara

6 hours ago 1
Dalam Sehari, Dua Peristiwa Karhutla Terjadi di Wilayah Penajam Paser Utara Sejumlah petugas berupaya memadamkan Karhutla di Babulu Darat Kecamatan Babulu(Dok. BPBD PPU)

BENCANA Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), masih terus terjadi. Bahkan dalam durasi satu hari, Rabu (19/8) kemarin terjadi dua kejadian dengan lokasi berbeda yakni di Kecamatan Penajam dan Kecamatan Babulu. 

Kondisi ini memaksa tim gabungan penanganan Karhutla PPU, harus bekerja ekstra keras hingga Kamis dini hari. Total lahan yang terbakar dari dua kejadian tersebut mencapai lebih dari 11 hektare lahan. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila kepada Media Indonesia, Kamis (20/8) mengungkapkan, laporan Karhutla yang pertama diterima pihaknya berada di Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam dengan luas kebakaran mencapai 10,65 hektare.

“Peristiwa pertama terjadi di RT 03 Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam. Kebakaran itu berada di lahan milik warga bernama Ayong Antony merupakan eks lahan PT. Greaty Sukses Abadi,” tuturnya.

Ia membeberkan, di lokasi ini api mulai berkobar sekitar pukul 13.15 Wita dan dilaporkan ke Pusdalops BPBD PPU pada pukul 13.23 Wita. Api membakar lahan mineral seluas kurang lebih 10,65 hektar yang dipenuhi semak belukar, pepohonan, serta tumpukan kayu besar.

Tim Gabungan Dikerahkan Maksimal 

“Dalam penanganan Karhutla ini, kami dikerahkan tim gabungan secara maksimal terdiri dari BPBD PPU, Dinas Penanggulangan Kebakaran Dan Penyelamatan (DPKP) Pos Sotek, KPHP Bongan, KPHP Telake, Brigade Karlabun Distan, PT Balikpapan Wana Lestari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT setempat, hingga mahasiswa KKN Unmul,” sebutnya.  

Karena luasnya lahan yang terbakar, lanjutnya, maka proses pemadaman yang mengandalkan mobil tangki dan mesin portabel berlangsung maraton hingga pendinginan awal dan rampung pada pukul 00.00 WITA. Dimana secara visual api utama telah berhasil dipadamkan.

“Tadi pagi petugas kembali mengecek karena masih adanya sisa titik asap dan bara api di lokasi Karhutla,” jelasnya.

Nurlaila menutukan, hingga kini kepolisian masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran di Kelurahan Sepan tersebut. Namun, jika dilihat dari kondisi cuaca api sekecil apapun bisa memicu terjadi kebakaran disebabkan semak belukar dan tumpukan kayu yang kondisinya kering.  

Pembakaran Sampah Picu Karhutla di Babulu Darat

Sementara itu, tambahnya untuk kejadian Karhutla kedua terjadi di RT 10 Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu. Laporan diterima tim gabungan pada malam harinya sekitar pukul 22.06 Wita. 

“Usai menerima laporan petugas piket malam Pos DPKP langsung meluncur ke lokasi kejadian menggunakan unit armada Damkar, dan langsung berupaya melakukan pemadaman, dengan luas lahan yang terbakar seluas kurang lebih 1 hektare,” ujarnya.

Ia membeberkan, berdasarkan informasi yang dikumpulkan kebakaran itu dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah sejak sore hari, kemudian menjalar ke area sekitarnya. Namun berkat kesigapan petugas api bisa dipadamkan secara penuh pada pukul 00.23 Wita tanpa ada korban jiwa. 

Polisi Amankan Pelaku Pembakar Sampah Pemicu Karhutla

“Berbeda dengan Karhutla di Sepan, untuk di Babulu Darat pelaku pembakaran sampah yang memicu kebakaran telah diamankan polisi untuk proses hukum lebih lanjut,” tegasnya.

Ia mengimbau, agar seluruh lapisan masyarakat tidak membuka lahan atau mengolah sampah dengan cara membakar, mengingat cuaca kering sangat berpotensi memicu timbulnya bencana karhutla susulan.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah yang dapat memicu Karhutla, begitu pula bagi dalam membuka lahan dengan cara terbakar. Jika itu tetap dilakukan dan berdampak pada bencana kebakaran tentu ada sanksi hukumnya,” pungasnya. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |