ilustrasi(Antara)
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam kondisi cukup dan aman pascabencana. Penguatan distribusi terus dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan sekaligus memenuhi kebutuhan energi masyarakat setempat.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menyatakan bahwa ketersediaan BBM di Labuan Bajo dan wilayah Flores secara umum berada dalam kondisi aman. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan BBM sesuai kebutuhan agar distribusi dapat berlangsung secara berkelanjutan, terutama dalam situasi darurat.
"Untuk kebutuhan BBM cukup dan aman. Diharapkan konsumsi BBM sesuai kebutuhan sehari-hari, sehingga situasi saat terjadi emergency yang dilaksanakan dari FT Labuan Bajo, FT Reo, serta dari FT Bima, dan lainnya bisa dilakukan secara kontinu untuk mengamankan kebutuhan masyarakat di Flores," ujar Wahyudi saat meninjau Fuel Terminal (FT) Labuan Bajo, Manggarai Barat, Rabu (19/8).
Penguatan Stok di 95 Penyalur
BPH Migas bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga dan Elnusa Petrofin untuk meningkatkan jumlah persediaan (build up stock) pada lembaga penyalur. Saat ini, terdapat 95 penyalur di wilayah tersebut yang terdiri atas 56 SPBU, 22 Pertashop, dan 17 agen minyak tanah yang seluruhnya tetap beroperasi normal.
Wahyudi menjelaskan bahwa pengawasan diarahkan agar pelayanan di SPBU hingga agen minyak tanah tetap berjalan baik. "Penyaluran BBM terus ditingkatkan hingga stok di masing-masing penyalur terpenuhi dengan baik di setiap wilayah. Ini sebagai upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat di wilayah bencana Pulau Flores," jelasnya.
Pemulihan Akses Transportasi
Kelancaran distribusi BBM juga didukung oleh pulihnya akses transportasi. Sejumlah jalur utama yang sebelumnya terputus akibat bencana kini sudah dapat dilalui kembali, sehingga mobilisasi mobil tangki dari FT Labuan Bajo dan FT Reo berjalan lebih optimal.
Direktur Utama Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, mengonfirmasi bahwa konektivitas antardaerah telah kembali mendukung penyaluran. "Sekarang jalur daratnya sudah jalan, sehingga baik dari Reo, maupun dari Maumere, maupun dari Ende itu sudah terhubung," tuturnya.
Anggota Komite BPH Migas, Harya Adityawarman, memberikan apresiasi kepada tim di lapangan yang bergerak cepat mengantisipasi kondisi pascabencana. Menurutnya, ketiadaan laporan mengenai kekosongan BBM menjadi indikator keberhasilan penanganan distribusi di masa darurat.
Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Iwan Yudha Wibawa, menegaskan bahwa mitigasi dilakukan secara menyeluruh. Hal ini mencakup pengelolaan personel hingga pemulihan sarana dan fasilitas yang terdampak guna menjaga keberlangsungan pelayanan energi bagi masyarakat Flores. (Ant/E-3)


















































