ilustrasi(Antara)
Badan SAR Nasional (Basarnas) mengerahkan 11 kapal dengan dukungan lebih dari 300 personel untuk mencari lima jurnalis serta tiga orang lainnya yang dilaporkan hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Operasi pencarian kini telah memasuki hari ketiga dengan perluasan area penyisiran.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa tim gabungan terus meningkatkan kekuatan pencarian setiap harinya. Pada hari pertama, operasi dilakukan di tiga sektor, kemudian berkembang menjadi lima sektor pada hari kedua.
"Hari ini kita kembangkan sampai di enam sektor dengan 11 kekuatan kapal, mulai dari KRI TNI Angkatan Laut, kapal dari kepolisian yang cukup besar, hingga kapal-kapal milik Basarnas maupun potensi SAR di wilayah," ujar Syafii di Pos SAR Pantai Marina Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (10/9).
Syafii merinci bahwa 11 kapal tersebut beroperasi dengan melibatkan lebih dari 300 personel gabungan. Sinergi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI Angkatan Darat, Kepolisian, hingga pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Pemerintah, lanjut Syafii, memberikan perhatian khusus terhadap operasi ini dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat. Saat ini, seluruh kekuatan telah bersinergi di bawah kendali SAR Mission Coordinator yang dijabat oleh Kepala Kantor SAR Banten.
"Operasi ini melibatkan dua kantor SAR, yakni Banten dan Lampung. Kekuatan masih tersebar dan terus berupaya maksimal di lapangan," ucapnya.
Selain itu, Basarnas mengimbau masyarakat dan pihak keluarga untuk tetap tenang dan hanya mengakses informasi resmi dari posko SAR. Tim gabungan rutin melaksanakan rapat koordinasi pada pagi hari dan evaluasi pada sore hari untuk memastikan perkembangan data yang akurat.
"Kami mengharapkan informasi-informasi yang beredar nantinya adalah informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah melalui posko ini," pungkas Syafii. (Ant/E-3)


















































