Banyumas Uji Coba Tukar Sampah Plastik dengan Sembako untuk Kurangi Pencemaran Sungai Serayu

6 hours ago 1
Banyumas Uji Coba Tukar Sampah Plastik dengan Sembako untuk Kurangi Pencemaran Sungai Serayu Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEMKAB Banyumas, Jawa Tengah menguji skema insentif pengelolaan sampah plastik dengan menukarkan sampah yang telah dipilah menjadi sembako, voucher makanan, maupun kebutuhan rumah tangga lainnya. Program ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus menekan pencemaran plastik di Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu.

Peluncuran program berlangsung di Balai Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo ditandai dengan peresmian dashboard digital serta penyerahan alat timbang kepada Bank Sampah Mandirancan dan Bank Sampah Jitu pada Selasa (21/7). Kedua bank sampah tersebut menjadi lokasi percontohan pelaksanaan program di kawasan DAS Serayu.

Program ini merupakan kolaborasi Pemkab Banyumas dengan Konsorsium SOLUSI yang beranggotakan GIZ Indonesia, Landscape Alliance, Yayasan KEHATI, dan SNV Indonesia, bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Di tingkat daerah, pelaksanaannya mendapat dukungan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Banyumas.

Kepala BAPPERIDA Kabupaten Banyumas Dedy Noerhasan mengatakan skema insentif tersebut menjadi salah satu upaya mengintegrasikan pembangunan daerah dengan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. "Melalui skema insentif ini kami berharap partisipasi masyarakat, khususnya di kawasan DAS Serayu, semakin meningkat sehingga volume sampah plastik yang mencemari lingkungan dapat terus ditekan," kata Dedy.

Program tersebut disusun berdasarkan hasil studi perubahan perilaku yang dilakukan SNV pada 2025 di Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, dan Bangka Belitung. Kajian itu mengidentifikasi sejumlah persoalan, seperti terbatasnya layanan persampahan, minimnya sarana pendukung konsep reduce, reuse, recycle (3R), rendahnya kapasitas pengelolaan sampah di tingkat masyarakat, hingga tingginya penggunaan plastik sekali pakai.

Di Kabupaten Banyumas, persoalan tersebut masih banyak ditemukan di wilayah pedesaan sepanjang DAS Serayu yang belum seluruhnya terjangkau layanan pengangkutan sampah. Kondisi itu menyebabkan sebagian warga masih membakar sampah plastik atau membuangnya ke sungai.

Padahal, Sungai Serayu merupakan salah satu sungai utama di Jawa Tengah yang bermuara ke Samudra Hindia melalui wilayah Kabupaten Cilacap. Karena itu, pengelolaan sampah sejak dari tingkat rumah tangga dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah sampah plastik mengalir hingga ke laut.

Program Manager SOLUSI di SNV, Audrie Siahainenia, mengatakan skema insentif tersebut dirancang untuk menunjukkan bahwa pengelolaan bentang darat dan laut yang berkelanjutan dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga.

Menurut dia, masyarakat yang memilah dan menyetorkan sampah plastik tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi berupa sembako atau bentuk insentif lainnya, tetapi juga berkontribusi menjaga kebersihan sungai hingga kawasan pesisir.

Dalam pelaksanaannya, nasabah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan bank sampah dapat menyetorkan sampah plastik yang telah dipilah. Nilai sampah tersebut selanjutnya ditukarkan dengan paket sembako maupun kebutuhan rumah tangga lainnya sesuai mekanisme yang telah disiapkan.

Program ini juga didukung sistem pencatatan digital bank sampah, pelatihan bagi pengelola, kompetisi pengumpulan sampah plastik antarnasabah setiap bulan, serta kegiatan bersih sungai sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat.

Selain melibatkan masyarakat, program tersebut diharapkan menarik keterlibatan dunia usaha melalui skema Public Private Community Partnership (PPCP).

Pemilik CV Javari, Galih, menyatakan pihaknya tertarik menerapkan skema serupa karena aktivitas usaha pertanian organik yang dijalankannya juga menghasilkan limbah yang perlu dikelola secara bertanggung jawab.

Keberhasilan program akan dievaluasi melalui sejumlah indikator, di antaranya peningkatan jumlah nasabah bank sampah, bertambahnya volume sampah plastik yang berhasil dikumpulkan, tingkat retensi nasabah, serta intensitas penyebaran materi edukasi oleh pengelola bank sampah.

Dalam jangka panjang, program ini ditargetkan mampu mengurangi sampah plastik ke badan air, terutama Sungai Serayu, sehingga pencemaran yang bermuara ke pesisir selatan Jawa dapat ditekan. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |