Akuatik Indonesia Fokus Regenerasi Atlet Muda untuk Asian Games 2026

1 week ago 5
Akuatik Indonesia Fokus Regenerasi Atlet Muda untuk Asian Games 2026 Ilustrasi--Sejumlah perenang mengambil start pada Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2022 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (12/12/2022).(ANTARA/Rivan Awal Lingga)

PENGURUS Besar Akuatik Indonesia mengusung misi besar dalam menyongsong Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Fokus utama federasi saat ini adalah melakukan regenerasi atlet dengan memberikan panggung lebih luas bagi talenta muda untuk berkompetisi di level internasional.

Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengungkapkan bahwa dari total 14 atlet yang disiapkan untuk ajang multicabang terbesar di Asia tersebut, mayoritas merupakan wajah-wajah baru. Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang untuk memutus rantai paceklik prestasi yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

"Tadi saya lapor ke Pak Mensesneg. Kami ada 14 atlet, dengan 10 atlet muda. Itu regenerasi, mudah-mudahan bisa mengakhiri paceklik sejak tahun 90-an dalam Asian Games," ujar Anindya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/9).

Tantangan Berat di Level Asia

Anindya tidak menampik bahwa persaingan di cabang olahraga akuatik pada level Asian Games sangatlah berat. Ia bahkan menyamakan tensi kompetisi di Asia dengan Olimpiade, mengingat keberadaan negara-negara adidaya renang dunia yang berasal dari kawasan ini.

Dua negara yang menjadi sorotan utama sebagai pesaing terberat adalah Tiongkok dan Jepang. "Tiongkok, Jepang, mereka kuat sekali," katanya.

Meski demikian, Anindya menegaskan bahwa para atlet muda Indonesia tetap menunjukkan semangat juang tinggi dalam menjalani persiapan intensif menuju Aichi-Nagoya.

Data Kontingen Akuatik Indonesia - Asian Games 2026

Kategori Atlet Jumlah
Atlet Muda (Regenerasi) 10
Atlet Senior/Pendamping 4
Total Kontingen 14

Prestasi di Atas Bonus

Sejalan dengan semangat regenerasi tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan pesan mendalam bagi para atlet yang akan bertanding. Ia menekankan bahwa motivasi utama dalam membela negara adalah kehormatan bangsa, bukan sekadar mengejar materi atau bonus.

"Merah Putih berkibar itu yang lebih penting," tegas Prasetyo. Namun, ia juga memastikan bahwa pemerintah tetap memberikan perhatian penuh dan apresiasi berupa bonus sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan prestasi yang berhasil ditorehkan para atlet di kancah internasional.

Melalui kombinasi antara pembinaan atlet muda yang terstruktur dan dukungan penuh dari pemerintah, Akuatik Indonesia optimistis dapat membangun fondasi yang kuat demi mengembalikan kejayaan olahraga air Indonesia di masa depan. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |