Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Seno)
BUKAN pertama kali Lionel Messi pamit dari tim nasional Argentina. Pada 2016, sang mahabintang juga pernah menyatakan untuk gantung sepatu. Namun, pamit kali ini diyakini sebagai sebuah perpisahan yang tak pernah akan kembali.
Di usia 39 tahun memang saatnya bagi Messi untuk pamit dari panggung internasional. Pensiun merupakan sesuatu yang tidak diinginkan oleh siapa pun, tetapi tidak mungkin dihindari. Siapa pun, posisi apa pun, akhirnya tidak pernah bisa menghindar dari sebuah 'akhir'.
Final Piala Dunia 2026 pada 19 Juli lalu menjadi akhir sebuah perjalanan itu. Messi yang begitu hebat dan dipuja-puja, seperti tidak berdaya. Anak-anak muda Spanyol membuat para pemain Albiceleste hanya bisa berlari-lari mengejar mereka.
Usia yang semakin menua tidak memungkinkan bagi Messi untuk mengimbangi adik-adiknya. Bayi yang dulu pernah ia 'mandikan', kini sudah menjadi bintang yang bersinar seperti dirinya dulu. Sekarang memang eranya Lamine Yamal untuk mengangkat Piala Dunia.
Dalam jumpa pers setelah pertandingan, pelatih Argentina Lionel Scolani meninggalkan ruangan dengan berlinang air mata. Tangisannya bukan lantaran tim asuhannya kalah, melainkan karena ia menyadari akan kehilangan Messi dan sekitar delapan pemain utama lainnya yang segera memasuki masa pensiun.
Scolani tahu Piala Dunia 2026 merupakan penampilan terakhir bagi banyak pemain andalannya. Mereka sudah berusia di atas 30 tahun dan tidak mungkin lagi saat Piala Dunia memasuki usia satu abad nanti, mereka masih sanggup bermain.
Senin (31/8) lalu, waktu perpisahan yang ditakuti itu akhirnya tiba. Messi memosting pernyataan pamit di Instagram pribadinya. Di atas tiga kertas, ia menulis dengan tangan untuk pamit selamanya dari Albiceleste.
DERAI AIR MATA
Derai air mata berjatuhan di Argentina. Para pendukung Messi dan tim nasional Argentina merasakan kehilangan pemain yang bukan hanya memberikan piala kemenangan, melainkan juga keindahan sepak bola.
“Gila, hari itu akhirnya datang juga, dear Leo,” ungkap palang pintu andalan Argentina, Cristian Romero.
“Hari yang tidak pernah diinginkan itu akhirnya datang juga,” kata pemain gelandang Giovani Lo Celso. “Sembilan tahun saya selalu mendengarkan perintah kamu, mengagumi kamu, dan belajar bermain di samping kamu.”
Pemain muda Nico Paz tidak bisa menutupi rasa bangganya pernah bermain bersama Messi dengan menggunakan kostum biru langit. “Sejak usia empat tahun saya melihat Anda bermain bersama ayah saya. Sejak itu saya selalu bertanya, apakah saya akan punya kesempatan yang sama untuk bermain bersama Anda.”
Bukan hanya pemain yang berduka sejak Senin lalu. Sebuah telepon berwarna merah yang ditaruh di sebuah jalan di Buenos Aires langsung diisi pesan oleh banyak orang yang melewatinya karena sengaja ditulisi 'Silakan sampaikan pesan Anda untuk Messi'.
Mulai influencer, wartawan, artis, budayawan, hingga banyak profesi lainnya memberikan penghormatan tinggi kepada Messi. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas penghiburan yang selama ini diberikan sang mahabintang.
“Messi memberikan lebih banyak pelajaran kepada saya justru saat harus menerima kekalahan daripada merayakan kemenangan,” kata Matias 'Coco' Gallo Bevegni, motivator ternama di Argentina.
“Messi memimpin dengan contoh,” kata wartawan olahraga senior Matias Martin.
Penulis Andres Burgo mengenang 45 tahun perjalanan 'Albiceleste' ke belakang yang penuh dengan cerita indah. Dalam 10 dari 12 kali Piala Dunia terakhir, dua sosok Diego Armando Maradona dan Messi memberikan 'obat kegembiraan' bagi bangsa Argentina.
'Ini akhir dari sebuah era ketika kakek, ayah, anak, dan cucu selalu mendapatkan cerita keindahan dari sepak bola. Semoga ahli waris sepak bola akan tiba, tetapi sekarang waktunya bagi kita untuk menjadi 'anak yatim piatu' dan berterima kasih', tulis Burgo.
HARAPAN
Dari sebuah negara maju dan kemudian menjadi negara yang selalu dilanda krisis, sepak bola menjadi sebuah pelarian bagi bangsa Argentina. Bahkan sepak bola menjadi sebuah pengharapan bagi anak-anak negeri itu untuk bisa keluar dari kemiskinan.
Era otoriter benar-benar mengubah Argentina. Sesuatu yang serbaterkontrol serta pemusatan 'kebenaran' pada seorang pemimpin membuat bangsa itu terperosok kepada salah kelola.
Berulang kali Argentina mengalami kebangkrutan. Mata uang mereka harus terus berganti. Namun, belum ada pemimpin yang bisa mengembalikan Argentina kepada kejayaan seperti dulu.
Ketiadaan sosok yang bisa dijadikan pemimpin membawa orang seperti Maradona dan Messi menjadi idola. Kepada sosok Maradona yang bisa keluar dari lembah kemiskinan, harapan itu tertanam pada diri anak-anak muda Argentina.
Begitu banyak keluarga yang bisa naik kelas karena sepak bola. Tidak hanya Maradona atau Messi, tetapi juga ribuan pemain yang berkiprah di sepak bola Eropa. Terakhir pemain muda terbaik Piala Dunia 2022, Enzo Fernandez, dibayar 125 juta pound sterling untuk pindah dari Chelsea ke Manchester City.
Namun, bagi bangsa Argentina secara keseluruhan, bukan hanya bayaran tinggi yang diharapkan. Mereka menginginkan sepak bola terus meraih kesuksesan agar bangsa Argentina tetap dipandang sebagai bangsa yang besar.
Kepergian Messi ditangisi karena mereka khawatir akan masa depan tim nasional mereka. Ketika Messi menyatakan mundur pada 2016, sepak bola Argentina dilanda kemunduran. Berbagai kasus yang mencederai sepak bola Argentina bermunculan.
Hanya dengan kembalinya Messi, semua kembali ke jalan yang benar. Bahkan Messi pun mendapatkan berkah mampu memberikan dua kali juara Copa America dan satu kali juara Piala Dunia bagi Argentina.
Satu yang membuat orang seperti sastrawan Argentina Valeria Correa Fiz kagum, Messi tidak pernah menepuk dada bahwa semua itu karena dirinya. “Ia sosok yang pantas dikagumi karena tidak pernah ia mengucapkan 'Saya menang'. Ia selalu membahasakannya 'Kita menang'.”
Messi hanya akan pensiun dari tim nasional Argentina, tetapi bukan dari sepak bola. Pekan lalu ia masih mencetak empat gol untuk Inter Miami. Sepak bola masih tetap punya Lionel Messi.












































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)





