Waspada! Paparan Asap Karhutla Berulang Picu Risiko Kanker Paru

2 weeks ago 10
Waspada! Paparan Asap Karhutla Berulang Picu Risiko Kanker Paru Paparan asap karhutla berulang tidak hanya mengganggu pernapasan.(Dok. Magnific)

PAPARAN asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi secara berulang dan dalam jangka waktu lama meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius, termasuk kanker paru. Hal ini melampaui dampak sesaat seperti gangguan jarak pandang atau penurunan kualitas udara yang biasa dirasakan masyarakat.

Dokter Spesialis Paru sekaligus Subspesialis Onkologi Toraks MRCCC Siloam Semanggi, dr. Linda Masniari, SpP(K), menjelaskan bahwa partikel asap karhutla memiliki ukuran yang sangat kecil, yakni di bawah 0,5 mikron. Ukuran ini memungkinkan partikel masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mengendap di alveolus, tempat terjadinya pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

Risiko Penyakit Paru Kronis

Menurut dr. Linda, dampak asap karhutla tidak hanya terbatas pada gangguan pernapasan akut. Paparan jangka panjang dan berulang berkaitan erat dengan berbagai penyakit paru kronis, seperti bronkitis dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

"Paparan asap merupakan salah satu faktor risiko kanker paru," ujar dr. Linda dalam acara MRCCC Siloam Semanggi Media Hospital Tour 2026 di Jakarta, sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat (4/9).

Langkah Pencegahan

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak karhutla diimbau untuk lebih waspada, terutama saat kondisi udara memburuk. Salah satu langkah mitigasi yang disarankan adalah penggunaan masker dengan spesifikasi tinggi untuk menyaring partikel mikro.

Dr. Linda merekomendasikan penggunaan masker N95 karena kemampuannya membantu mengurangi paparan asap secara lebih efektif dibandingkan masker biasa, meski tidak memberikan perlindungan total. Selain itu, masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap menyelimuti lingkungan.

Kesadaran akan bahaya jangka panjang ini penting mengingat asap karhutla sering kali dianggap sebagai gangguan musiman biasa, padahal dampak akumulatifnya dapat mengancam nyawa melalui kerusakan jaringan paru yang permanen. (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |