Waspada! Kebiasaan Duduk Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Kanker

2 weeks ago 20
Waspada! Kebiasaan Duduk Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Kanker Kebiasaan duduk terlalu lama atau perilaku sedentari meningkatkan risiko kanker(Dok. Magnific)

KEBIASAAN duduk terlalu lama atau perilaku sedentari kini menjadi ancaman kesehatan serius di tengah gaya hidup modern yang minim aktivitas fisik. World Health Organization (WHO) memperingatkan bahwa durasi duduk yang tinggi berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit tidak menular, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, hingga kanker.

WHO mendefinisikan perilaku sedentari sebagai aktivitas saat terjaga dengan pengeluaran energi rendah, seperti duduk, bersandar, atau berbaring. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini memicu dampak buruk jangka panjang bagi orang dewasa yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer, ponsel, atau televisi.

Lembaga penelitian kanker internasional, IARC, mencatat adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker spesifik. Jenis kanker yang dimaksud meliputi kanker payudara, kolorektal, endometrium, dan paru-paru. Namun, para ahli menekankan bahwa duduk lama bukan penyebab tunggal, melainkan salah satu faktor risiko di samping pola makan, merokok, dan faktor lingkungan.

National Cancer Institute (NCI) melalui penelitian yang dipublikasikan pada 2025 memperkuat temuan ini. Aktivitas fisik harian, bahkan dalam intensitas ringan, terbukti berkaitan dengan risiko kanker yang lebih rendah. Penelitian tersebut menegaskan adanya asosiasi kuat antara gaya hidup aktif dengan penurunan potensi berkembangnya sel kanker dalam tubuh.

Untuk meminimalisasi risiko, masyarakat disarankan untuk menyisipkan gerakan sederhana dalam rutinitas sehari-hari. Langkah kecil seperti menggunakan tangga, berjalan kaki singkat, atau berdiri sejenak setelah duduk lama dapat memberikan perubahan signifikan bagi kesehatan metabolisme.

WHO merekomendasikan orang dewasa untuk tetap aktif secara fisik guna menjaga kesehatan jangka panjang. Mengurangi waktu duduk dan meningkatkan frekuensi bergerak menjadi langkah preventif paling efektif untuk menekan risiko berbagai penyakit kronis di masa depan. (World Health Organization (WHO)/Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |