Walhi Jabar: Habitat Rusak, Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah

3 weeks ago 23
 Habitat Rusak, Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah Burung Ekek Keling Sunda atau yang dikenal sebagai Ekek Geling Jawa (Cissa thalassina).(Dok. Antara)

WAHANA Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat memberikan peringatan serius mengenai ancaman kepunahan yang membayangi burung Ekek Keling Sunda atau yang dikenal sebagai Ekek Geling Jawa (Cissa thalassina). Kerusakan lingkungan yang masif dan praktik perburuan ilegal menjadi faktor utama yang menyudutkan satwa endemik ini ke ambang kepunahan.

Manajer Divisi Pendidikan Walhi Jabar, M. Jefry Rohman, mengungkapkan bahwa meskipun keberadaan burung ini masih terpantau di beberapa kawasan hutan di Jawa Barat, jumlah populasinya saat ini diperkirakan sangat terbatas dan sulit ditemukan.

“Kalau di Jawa Barat itu terpantau masih ada beberapa. Cuma sulit kalau kita menjelajah atau observasi, misalnya di Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango. Masih terkadang kita bisa melihat, cuma karena jumlahnya terbatas maka interaksinya susah,” ujar Jefry di Bandung, Rabu (26/8).

Populasi Kritis di Alam Liar

Berdasarkan data perkiraan, populasi Ekek Keling Sunda yang masih bertahan di habitat alaminya di Jawa Barat kini hanya berkisar antara 50 hingga 250 ekor. Angka ini dinilai sangat mengkhawatirkan bagi keberlangsungan spesies dalam jangka panjang.

Jefry menekankan bahwa kelestarian burung ini sangat bergantung pada integritas ekosistem hutan. Ketersediaan pepohonan sebagai tempat bersarang dan sumber pakan alami menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

“Kalau wilayahnya kritis, sudah tidak ada pepohonan, sudah tidak ada tempat untuk mencari makan, ya mau di mana lagi?” tegasnya.

Ancaman Deforestasi dan Kerusakan Ekosistem

Deforestasi tetap menjadi ancaman paling serius bagi satwa endemik Jawa Barat. Menurut Walhi, tekanan terhadap lingkungan tidak hanya merusak habitat spesifik satu jenis hewan, tetapi juga mengganggu keseimbangan ekosistem secara keseluruhan.

Jefry menjelaskan bahwa hubungan antara komponen biotik dan abiotik dalam sebuah ekosistem saling berkaitan erat. Ketika ruang hidup atau habitat terganggu, dampak negatifnya akan langsung berimbas pada keberadaan satwa yang ada di dalamnya.

Dorongan Menjadi Maskot Daerah

Sebagai langkah strategis untuk meningkatkan upaya konservasi, Walhi Jabar mendorong pemerintah dan masyarakat untuk menjadikan Ekek Keling Sunda sebagai ikon atau maskot daerah. Langkah ini diharapkan dapat memicu kesadaran kolektif yang lebih kuat dalam menjaga kelestarian satwa endemik tersebut.

“Ini tentu bisa lebih luas berdampak pada situasi dan kondisi lingkungan, termasuk keberadaan hewan ini,” pungkas Jefry. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |