Venus Punya Wilayah Mirip Bumi, NASA Eksplorasi dari Udara

3 weeks ago 7
Venus Punya Wilayah Mirip Bumi, NASA Eksplorasi dari Udara Ilustrasi eksplorasi planet Venus oleh NASA(Magnific)

VENUS selama ini dikenal sebagai salah satu planet paling ekstrem di Tata Surya. Suhu di permukaannya sangat tinggi, tekanannya jauh lebih besar daripada  Bumi, dan atmosfernya didominasi karbon dioksida serta awan asam sulfat. Namun, penelitian terhadap Venus menemukan sejumlah wilayah yang memiliki karakteristik geologi menarik dan berpotensi memberikan petunjuk mengenai masa lalu planet yang disebut "saudara" Bumi itu.

Dilansir dari NASA Science, salah satu wilayah yang menjadi perhatian ilmuwan adalah tessera, yaitu kawasan dataran tinggi dengan pola permukaan yang kompleks berupa punggungan dan lembah. NASA menyebut beberapa tessera memiliki kemiripan dengan kawasan pegunungan terjal di Bumi. Sejumlah ilmuwan juga menduga wilayah tersebut dapat menjadi sisa dari permukaan Venus yang sangat tua. 

Salah satu contohnya adalah Alpha Regio, wilayah yang akan menjadi fokus misi DAVINCI. NASA menjelaskan bahwa Alpha Regio merupakan jenis wilayah tessera dan diduga menyimpan batuan berusia miliaran tahun. Penelitian terhadap wilayah ini diharapkan dapat membantu menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan keberadaan benua dan lautan pada Venus di masa lalu.

Selain Alpha Regio, misi VERITAS juga dirancang untuk mempelajari wilayah dataran tinggi tessera lainnya. NASA menyebut struktur tersebut dapat memiliki karakteristik yang menyerupai benua di Bumi.

Jika komposisi batuannya menunjukkan kemiripan dengan kerak benua, temuan tersebut dapat memberikan petunjuk bahwa Venus mungkin pernah memiliki lingkungan yang lebih basah dibandingkan kondisinya saat ini. 

Tantangan utama eksplorasi Venus adalah kondisi permukaannya yang sangat ekstrem. NASA menyebut suhu di permukaan Venus cukup panas untuk melelehkan timbal, sementara tekanan atmosfernya mencapai lebih dari 90 kali tekanan di permukaan Bumi. Kondisi tersebut membuat wahana yang mendarat langsung di Venus hanya mampu bertahan dalam waktu terbatas. 

Karena itulah, para peneliti NASA pernah mengembangkan konsep eksplorasi yang berbeda, yaitu High Altitude Venus Operational Concept atau HAVOC.

Konsep tersebut mengusulkan penggunaan kendaraan lebih ringan dari udara atau airship yang dapat beroperasi di atmosfer Venus, bukan di permukaannya. Pada ketinggian sekitar 50 kilometer di atas permukaan Venus, NASA menyebut kondisi suhu dan tekanan menjadi jauh lebih mendekati lingkungan di permukaan Bumi dibandingkan kondisi ekstrem di bawahnya.

Dalam konsep HAVOC, airship dapat membawa instrumen ilmiah, wahana penjelajah, hingga dalam rancangan jangka panjang berpotensi mendukung misi berawak. Konsep tersebut masih menghadapi berbagai tantangan teknis, termasuk bagaimana melindungi struktur kendaraan dan panel surya dari awan asam sulfat yang bersifat korosif. 

Eksplorasi NASA

Gagasan menggunakan kendaraan udara untuk mempelajari Venus bukan tanpa alasan. Atmosfer planet tersebut sangat tebal sehingga kendaraan seperti balon atau airship dapat menjadi alternatif untuk melakukan penelitian tanpa harus menghadapi kondisi paling ekstrem di permukaan.

NASA juga pernah menyoroti penggunaan platform udara untuk mempelajari atmosfer Venus. Pada 1985, dua balon dalam misi VeGa berhasil beroperasi di atmosfer Venus dan mengumpulkan informasi mengenai sirkulasi atmosfer planet tersebut. Pengalaman itu menjadi salah satu bukti bahwa eksplorasi dari udara dapat menjadi pendekatan yang menjanjikan. 

Meski konsep airship seperti HAVOC belum menjadi misi operasional untuk membawa manusia ke Venus, NASA terus mempelajari berbagai pendekatan eksplorasi udara. Dokumen teknis NASA yang lebih baru juga membahas sejumlah rancangan konseptual kendaraan udara untuk mempelajari atmosfer dan kondisi geografis Venus. 

Penelitian terhadap Venus penting bukan hanya untuk memahami planet tersebut, tetapi juga untuk mengetahui mengapa dua planet yang memiliki ukuran relatif mirip dapat berkembang menjadi dunia dengan kondisi yang sangat berbeda.

Bumi memiliki air dalam bentuk cair dan mendukung kehidupan, sedangkan Venus berkembang menjadi planet yang sangat panas dan tidak ramah bagi kehidupan seperti yang dikenal manusia. Dengan mempelajari wilayah seperti tessera dan kemungkinan masa lalu Venus, para ilmuwan berharap dapat memperoleh pemahaman baru mengenai evolusi planet berbatu, termasuk sejarah Bumi. (H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |