Uji Klinis Terbaru: Diet Keto Terbukti Atasi Obesitas dan Kurangi Lemak Hati hingga 67 Persen

3 weeks ago 22
 Diet Keto Terbukti Atasi Obesitas dan Kurangi Lemak Hati hingga 67 Persen Ilustrasi menu makanan diet keto.(Dok. Magnific)

SEBUAH uji klinis terbaru mengungkapkan bahwa diet ketogenik (keto) memberikan hasil yang jauh lebih signifikan dalam memperbaiki kesehatan metabolik dibandingkan diet Mediterania maupun diet rendah lemak. Penelitian yang melibatkan partisipan dengan obesitas, prediabetes, dan penyakit hati berlemak (fatty liver) ini menunjukkan bahwa komposisi nutrisi tertentu dapat memberikan manfaat terapeutik yang melampaui sekadar penurunan berat badan.

Studi yang diterbitkan pada 27 Agustus di jurnal Cell Metabolism ini menemukan bahwa meskipun semua kelompok diet berhasil menurunkan berat badan sekitar 10%, kelompok diet keto mengalami penurunan lemak hati sebesar 67%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok diet Mediterania dan diet rendah lemak yang masing-masing hanya mencatat penurunan sebesar 45%.

Perbandingan Tiga Pola Makan Populer

Dalam penelitian yang dipimpin oleh Samuel Klein dari Washington University School of Medicine, St. Louis, para peneliti membandingkan tiga pendekatan diet yang sering direkomendasikan dokter untuk mengatasi obesitas:

  • Diet Ketogenik: Sangat membatasi karbohidrat (hanya 4% dari total kalori) dan tinggi lemak (73% dari total kalori).
  • Diet Mediterania: Menekankan makanan nabati, minyak zaitun, kacang-kacangan, serta ikan dan produk susu dalam jumlah sedang (50% karbohidrat, 35% lemak).
  • Diet Rendah Lemak (Plant-Forward): Mengutamakan sumber nabati dengan asupan karbohidrat tinggi (70% karbohidrat) dan lemak sangat rendah (15% lemak).

Penelitian ini melibatkan 42 partisipan yang seluruh asupan makanannya disediakan oleh tim peneliti untuk memastikan kepatuhan terhadap rencana makan yang telah ditentukan. Setiap partisipan juga bertemu dengan ahli diet setiap minggu selama periode empat hingga lima bulan.

"Data kami menunjukkan bahwa jika Anda memiliki kandungan lemak hati yang tinggi dan prediabetes, pengurangan asupan karbohidrat dapat memiliki efek terapeutik penting pada metabolisme di luar sekadar penurunan berat badan saja," ujar Samuel Klein, penulis koresponden studi tersebut.

Keunggulan Diet Keto dalam Kesehatan Hati dan Prediabetes

Salah satu temuan paling mencolok adalah efektivitas diet keto dalam membalikkan kondisi prediabetes. Setelah intervensi selama beberapa bulan, sekitar 50% partisipan di kelompok keto tidak lagi memenuhi kriteria prediabetes. Sebagai perbandingan, hanya 29% dari kelompok Mediterania dan 7% dari kelompok rendah lemak yang mencapai hasil serupa.

Secara fisiologis, peneliti menemukan bahwa kelompok keto mengalami peningkatan hormon glukagon yang paling tinggi—hormon yang membantu mengurangi lemak yang tersimpan di hati. Selain itu, mereka juga mengalami penurunan kadar insulin darah yang paling tajam dibandingkan kelompok lainnya.

Menariknya, meskipun mengonsumsi lemak dalam jumlah tinggi, partisipan dalam kelompok keto tidak mengalami peningkatan kadar lemak darah atau kolesterol. Hal ini mematahkan kekhawatiran umum mengenai dampak diet tinggi lemak terhadap profil lipid darah selama dilakukan dalam pengawasan medis yang tepat.

Tabel Perbandingan Hasil Uji Klinis

Parameter Diet Keto Diet Mediterania Diet Rendah Lemak
Penurunan Berat Badan ~10% ~10% ~10%
Penurunan Lemak Hati 67% 45% 45%
Bebas dari Prediabetes 50% 29% 7%

Kesimpulan dan Implikasi Medis

Meskipun saat ini obat-obatan berbasis GLP-1 (seperti obat penurun berat badan populer) telah merevolusi terapi obesitas, studi ini menegaskan bahwa komposisi diet tetap memegang peranan krusial. Diet rendah karbohidrat yang sangat ketat terbukti memberikan keunggulan spesifik bagi mereka yang memiliki masalah metabolisme hati dan kontrol gula darah.

Penelitian ini didukung oleh National Institutes of Health (NIH) dan Foundation for Barnes-Jewish Hospital, memberikan landasan kuat bagi praktisi kesehatan untuk mempertimbangkan diet keto sebagai intervensi terapeutik bagi pasien dengan fatty liver dan prediabetes.

Namun, sebelum memulai diet ketogenik, terutama bagi individu dengan kondisi medis pre-eksisting, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan fungsi hati dan berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik. (Science Daily/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |