Ilustrasi(Dok Istimewa)
DALAM upaya memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus menyelaraskan program daerah dengan visi nasional Asta Cita Presiden yang menekankan ketahanan pangan berbasis inovasi dan teknologi, Gubernur Sulawesi Selatan menyerahkan bantuan berupa alat penanak sagu otomatis modern, Sagu Cooker, kepada kelompok masyarakat di Sulawesi Selatan.
Penyerahan bantuan ini menjadi langkah nyata Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mengoptimalkan pengelolaan sagu sebagai salah satu komoditas pangan unggulan daerah.
Melalui inovasi teknologi Sagu Cooker, masyarakat diharapkan dapat mengolah bahan sagu menjadi konsumsi yang bernilai gizi tinggi, higienis, serta lebih efisien secara waktu dan proses penanakan.
Sinergi strategis ini didukung kuat dari kacamata akademis oleh Prof. Dr. Ir. Agnes Dorothea Rampisela, selaku Ketua Peneliti Sagu dari Universitas Hasanuddin. Kolaborasi erat antara pelaku usaha dan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang mewakili jajaran pemerintahan daerah dengan pakar riset Universitas Hassanudin ini diharapkan dapat membawa aspirasi, riset, dan inovasi pangan lokal berbasis sagu hingga terdengar ke tingkat Presiden dan Pemerintah Pusat.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, memperkenalkan Aurora Bellatrix Dakka, B.A (Hons) sebagai penemu Sagu Cooker dan juga selaku Direktur Utama dari PT Sagu Cooker Indonesia, seorang putri Indonesia asli Palopo Sulawesi Selatan yang menyelesaikan studinya di Inggris yang kembali ke Indonesia untuk mengabdi dan memberikan hasil inovasinya untuk kawasan Indonesia bagian Timur.
Beliau juga menyampaikan bahwa potensi sagu di Sulawesi Selatan sangat besar namun memerlukan sentuhan teknologi agar proses pembuatan sajian sagu lebih optimal dan memiliki daya saing.
"Sagu adalah warisan pangan lokal kita yang sangat kaya manfaat. Sejalan dengan arahan Asta Cita Presiden untuk memperkuat ketahanan pangan melalui sentuhan inovasi dan teknologi, Pemprov Sulsel menyerahkan bantuan Sagu Cooker ini agar masyarakat dapat lebih mudah mengolah pangan lokal secara modern. Ini bukan sekadar bantuan alat, tetapi bagian dari strategi besar kita menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di Sulawesi Selatan," ujarnya.
Penggunaan Sagu Cooker dirancang praktis dan ramah pengguna (user-friendly), sehingga dapat dimanfaatkan langsung oleh rumah tangga maupun kelompok UMKM pengolahan pangan berbasis sagu.
Selain menyerahkan bantuan fisik, pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menargetkan berbagai kawasan sentra komoditas sagu di Sulawesi Selatan dan diharapkan dapat menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal.
Komitmen keberlanjutan juga ditunjukkan oleh pihak produsen. Setelah target produksi awal tercapai, atas izin dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan khususnya Gubernur Sulsel, akan dibuka fasilitas pabrikasi di Makassar. Kehadiran pabrik ini diproyeksikan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Guna menjamin kenyamanan pengguna, layanan purna jual (after-sales service) dan pusat perawatan unit juga akan dihadirkan di Kota Makassar serta berbagai kota lainnya di Sulawesi Selatan.
Dari sisi manufaktur, pihak produsen menegaskan fokusnya pada efisiensi produksi berbasis pesanan (built-to-order) dengan kapasitas produksi yang dapat menyesuaikan skala kebutuhan (unlimited capacity).
Produsen tidak melakukan penjualan secara langsung kepada konsumen. Seluruh tata kelola distribusi dan komersialisasi ditangani sepenuhnya oleh Prinsipal Tunggal Kawasan Timur Indonesia yang berpusat di Kota Makassar. Informasi terkait kerja sama dan mekanisme kemitraan dapat dikoordinasikan langsung melalui mitra resmi PT Sagu Cooker Indonesia.
Ke depannya, setelah target produksi awal tercapai, atas izin dan dukungan penuh dari Gubernur Sulawesi Selatan, direncanakan pembentukan fasilitas pabrikasi lokal di Makassar guna menyerap tenaga kerja daerah.
Kehadiran fasilitas ini juga akan didukung oleh jaringan layanan purna jual (after-sales service) serta pusat perawatan unit yang tersebar di Kota Makassar dan berbagai wilayah Sulawesi Selatan.
Sagu Cooker ini tidak hanya ditargetkan menyasar berbagai kawasan sentra komoditas sagu di Sulawesi Selatan, tetapi juga diproyeksikan untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia Timur, meliputi Papua, Maluku, Maluku Utara, dan seluruh wilayah Sulawesi, serta menyapa masyarakat diaspora Indonesia di mancanegara. Langkah ini diharapkan mampu menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi inklusif berbasis kearifan lokal yang berdampak secara nasional hingga global.

















































