Sejumlah prajurit Tim Alfa TNI melakukan pendaratan terjun payung di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau melalui darat di Tanam Nasional Way Kambas (TNWK).(Dok. Antara)
KODAM XXI/Radin Inten mengerahkan Tim Alfa TNI untuk memadamkan titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur. Langkah ini diambil guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah konservasi tersebut.
Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menjelaskan bahwa penerjunan Tim Alfa merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Tim ini difokuskan pada area-area yang masih menunjukkan adanya hotspot namun memiliki aksesibilitas yang sangat terbatas.
"Tim Alfa diterjunkan sesuai dengan perintah Presiden Prabowo guna mempercepat pemadaman. Mereka diterjunkan di tempat-tempat yang sulit dijangkau, tempat hotspot masih ada," ujar Mayjen TNI Kristomei Sianturi di Lampung Timur, Selasa (25/8).
Pantauan Drone Thermal dan Water Bombing
Sebelum tim diturunkan, pihak Kodam telah melakukan pengamatan udara menggunakan drone thermal. Teknologi ini memungkinkan petugas mendeteksi titik api yang masih berupa bara di bawah permukaan tanah melalui perbedaan suhu.
"Tadi kami lihat masih ada wilayah yang warnanya kuning dan merah (pada sensor thermal), itu yang harus diwaspadai karena dapat menimbulkan kebakaran kembali," tambahnya.
Selain pengerahan personel darat, operasi pemadaman juga diperkuat dengan strategi udara lainnya, yakni:
- Water Bombing: Disiapkan untuk menurunkan suhu di titik-titik panas yang tidak terjangkau petugas darat.
- Drone Penyemprot: Pengerahan drone dengan kapasitas 16 liter, 30 liter, hingga 100 liter yang akan beroperasi secara berulang untuk menyisir lokasi sulit.
Dampak Kebakaran di Way Kambas
Berdasarkan data sementara hingga Senin (24/8), kebakaran lahan di TN Way Kambas telah berdampak pada sekitar 123 hektare lahan di wilayah Braja Kencana dan Braja Luhur. Selain itu, titik api susulan juga terdeteksi di wilayah Rantau Jaya dengan luasan mencapai 6,4 hektare.
Sebagai informasi, Tim Alfa TNI AD yang dikerahkan dari Mabes TNI ini terdiri atas 40 prajurit spesialis. Mengingat medan yang ekstrem, para prajurit diterjunkan menggunakan metode terjun payung agar bisa langsung mencapai titik api di jantung hutan yang tidak bisa ditembus dengan berjalan kaki. (Ant/H-3)


















































