Terlalu Banyak Konsumsi Gula Bisa Ganggu Kesehatan Ginjal, ini Penjelasannya

3 weeks ago 24
Terlalu Banyak Konsumsi Gula Bisa Ganggu Kesehatan Ginjal, ini Penjelasannya Ilustrasi(magnifik)

KONSUMSI makanan dan minuman manis sudah menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Namun, kebiasaan mengonsumsi gula secara berlebihan ternyata tidak hanya berkaitan dengan kenaikan berat badan.

Dalam jangka panjang, pola konsumsi tersebut juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang berujung pada kerusakan ginjal.

Bukan Gula yang Langsung Merusak Ginjal

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD-KGH, FINASIM, menjelaskan bahwa minuman manis tidak serta-merta menyebabkan seseorang mengalami gagal ginjal.

Menurutnya, masalah muncul ketika konsumsi gula berlebihan meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Jika diabetes berlangsung dalam waktu lama dan tidak terkontrol, kadar gula darah yang tinggi dapat merusak sistem penyaringan ginjal.

Artinya, hubungan antara gula dan kerusakan ginjal terjadi melalui rangkaian masalah kesehatan yang berkembang secara perlahan. Kondisi ini juga perlu diperhatikan karena penyakit ginjal tidak selalu hanya menyerang kelompok usia lanjut.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dikutip ANTARA, penyakit ginjal kronis ditemukan pada kelompok usia 15–24 tahun sebesar 0,02 persen, kemudian 0,07 persen pada usia 25–34 tahun dan 0,11 persen pada usia 35–44 tahun.

Ginjal Bisa Rusak Tanpa Gejala Jelas

Salah satu hal yang membuat penyakit ginjal perlu diwaspadai adalah kerusakannya dapat berlangsung perlahan. Pada tahap awal, seseorang bahkan bisa tidak merasakan gejala yang khas.

Selain diabetes, hipertensi juga menjadi salah satu penyebab penting penyakit ginjal kronis. Tekanan darah tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah ginjal dan mengganggu kemampuannya menyaring darah.

Beberapa tanda yang patut diperhatikan antara lain perubahan frekuensi atau jumlah urine, urine berbusa secara menetap, pembengkakan pada kaki, mudah lelah, mual, berkurangnya nafsu makan, hingga tekanan darah yang sulit dikendalikan.

Jangan Hanya Mengurangi Gula

Menjaga kesehatan ginjal tidak cukup hanya dengan mengurangi minuman manis. Pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, merokok, berat badan yang tidak terkontrol, serta penggunaan obat pereda nyeri, jamu, atau suplemen tanpa pengawasan juga dapat menjadi faktor risiko.

ANTARA melaporkan, pemeriksaan fungsi ginjal dapat dilakukan melalui tes darah untuk melihat kadar kreatinin dan memperkirakan eGFR, serta pemeriksaan urine untuk mendeteksi albumin atau protein. Pemeriksaan berkala terutama penting bagi orang dengan diabetes, hipertensi, batu saluran kemih berulang, atau riwayat penyakit ginjal dalam keluarga.

Dengan demikian, mengurangi konsumsi gula bukan sekadar upaya menjaga berat badan. Kebiasaan tersebut juga menjadi bagian dari langkah panjang untuk mempertahankan kesehatan ginjal.

Sumber: Antara

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |