Temuan Stupa di Boyolali Diduga dari Abad 8-10 Masehi

3 hours ago 1

TIM arkeolog dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Tengah memperkirakan stupa yang ditemukan di Desa Nepen, Kabupaten Boyolali, berasal dari masa klasik Budha di Jawa Tengah, yakni abad ke-8 hingga ke-10 Masehi.

Pamong Budaya BPK Jawa Tengah, Wardiyah mengatakan identifikasi awal terhadap objek itu menunjukkan bahwa struktur batu tersebut merupakan bangunan stupa. “Objek purbakala yang ditemukan warga memiliki karakteristik morfologi arsitektur suci keagamaan Budha yang sangat jelas,” kata Wardiyah, Sabtu, 30 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Wardiyah, sebuah stupa umumnya terdiri atas beberapa komponen utama, yakni Prasada, Anda, Harmika, dan Yasti. Berdasarkan data inventarisasi BPK Jawa Tengah, temuan terbaru tersebut merupakan stupa kelima yang ditemukan di kawasan permukiman kuno Desa Nepen.

Wardiyah menuturkan stupa yang baru ditemukan memiliki unsur struktural dan ragam hias yang lebih lengkap dibandingkan empat stupa yang sebelumnya ditemukan di wilayah yang sama. Hasil identifikasi lapangan menunjukkan keberadaan komponen Prasada atau bagian dasar, Anda yang berbentuk kubah lonceng, serta Harmika yang berbentuk segi empat di bagian atas. Namun, komponen Yasti atau tiang yang biasanya berada di puncak stupa belum ditemukan di sekitar lokasi penggalian.

Hiasan pada permukaan batu didominasi motif flora berupa relief sulur-suluran. Sementara pada bagian Harmika ditemukan ornamen berbentuk antefiks yang diduga belum selesai dikerjakan. 

Merujuk pada berbagai temuan serupa di wilayah Jawa Tengah, khususnya pada kawasan budaya kuno di lereng Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, BPK Jawa Tengah memperkirakan artefak tersebut berasal dari periode klasik Hindu-Budha dengan latar belakang keagamaan Budha. “Dari masa klasik Hindu-Budha, dan latar belakangnya jelas agama Buddha,” ujar Wardiyah.

Wardiyah mengatakan, peninggalan arkeologis yang tersebar di kawasan Merapi-Merbabu umumnya diperkirakan berasal dari rentang waktu abad ke-8 hingga abad ke-10 Masehi. Pada masa itu, stupa berfungsi sebagai pusat penghormatan dan aktivitas peribadatan umat Budha setelah wafatnya Sang Budha.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa Desa Nepen pernah menjadi kawasan permukiman masyarakat yang menganut agama Budha. “Dari berbagai bukti sejarah yang ada, dapat diasumsikan bahwa wilayah tersebut memiliki pendukung budaya Budha. Yang pasti, masyarakatnya diwarnai oleh latar belakang agama Budha,” kata dia.

Objek batu berukuran besar tersebut ditemukan warga pada Kamis, 14 Mei 2026 sekitar pukul 11.00 WIB saat proses pembukaan akses jalan untuk pembangunan kandang sapi dengan menggunakan alat berat.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |