TPNPB-OPM Ungkap Alasan Penembakan 3 Warga Sipil di Yahukimo

3 hours ago 1

TENTARA Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengungkapkan alasan di balik penembakan terhadap tiga warga sipil di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Senin, 21 Juli 2026.

Juru Bicara Markas Pusat TPNPB, Sebby Sambom, menyatakan bahwa penembakan terhadap Yantinus alias Kumis Kogoya, istrinya Shelly Wenda, serta seorang perempuan dari suku Unaukam dilakukan lantaran ketiganya dituduh sebagai agen intelijen aparat keamanan.

"Pengkhianat wajib dieksekusi, dan kami punya bukti mereka mengkhianati orang Papua," kata Sebby melalui pesan WhatsApp, Sabtu, 25 Juli 2026.

Sebby menjelaskan, Kumis Kogoya dan Shelly Wenda tercatat pernah membuka akses masuknya alat berat bagi perusahaan di wilayah Yahukimo. Masuknya alat berat tersebut diklaim diiringi dengan penempatan prajurit TNI yang mengancam keberadaan milisi TPNPB.

Selain itu, kata Sebby, Kumis Kogoya juga dituding pernah memfasilitasi prajurit TNI untuk menemukan lokasi persembunyian milisi TPNPB di Yahukimo, yang mengakibatkan sejumlah anggota TPNPB tewas akibat serangan mendadak.

Sebby tidak membantah bahwa Kumis Kogoya dulunya merupakan bagian dari milisi TPNPB. Namun, pertemuannya dengan Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Yahukimo dinilai menjadi bukti kuat bagi TPNPB dari Kodap XVI Yahukimo dan III Ndugama untuk melabelinya sebagai pengkhianat.

Kendati demikian, Sebby tidak menyertakan bukti dokumentasi maupun dokumen pendukung untuk memvalidasi tuduhan tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa tindakan kelompoknya berpatokan pada hukum rimba perang, yakni mengeksekusi pengkhianat atau warga sipil yang berkolaborasi dengan aparat demi kemerdekaan Papua.

"Kami yang mengetahui situasi di dalam. Jadi, berhenti membangun opini tanpa mengetahui situasinya," ujar Sebby.

Sebelumnya, sebuah rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan milisi TPNPB mengeksekusi Kumis Kogoya dan istrinya di tepi Jalan Trans Papua, wilayah Yahukimo, dengan tuduhan sebagai agen intelijen penyabab jatuhnya korban di pihak TPNPB.

Bantahan Pihak TNI

Merespons tuduhan tersebut, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Markas Besar TNI, Brigadir Jenderal Muhammad Nas, membantah keras tudingan bahwa Kumis Kogoya dan istrinya merupakan agen intelijen militer atau pernah memberikan informasi kepada TNI.

"Itu cara usang OPM untuk menutupi kekejian mereka," tegas Nas.

Pilihan Editor:  Gereja Terus Menyerukan Dialog untuk Meredakan Konflik Papua

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |