Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman milik NASA terpisah dari tahap atas roket SpaceX Falcon Heavy setelah diluncurkan pada 30 Agustus 2026.(NASA)
BADAN Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengabadikan momen krusial dalam misi penjelajahan luar angkasa terbaru. Teleskop Ruang Angkasa Nancy Grace Roman (Nancy Grace Roman Space Telescope) berhasil memisahkan diri dari tingkatan atas roket peluncurnya setelah meluncur menuju ruang angkasa, menandai langkah awal observatorium tersebut dalam memulai perjalanan panjangnya.
Foto yang terpilih sebagai Space Photo of the Day per 31 Agustus 2026 ini memperlihatkan momen presisi ketika wahana antariksa canggih tersebut melepaskan diri dari komponen peluncur untuk melaju secara mandiri menuju orbit tujuannya.
Fase Kritis Pemisahan di Antariksa
Proses pemisahan wahana antariksa dari roket pendorong merupakan salah satu tahap paling krusial dalam setiap operasi peluncuran. Momen pelepasan tersebut harus berlangsung dengan presisi tinggi tanpa memicu benturan atau getaran berlebih yang dapat merusak instrumen optik sensitif di dalam teleskop.
Setelah melepaskan diri dari tingkatan roket, Teleskop Roman mengaktifkan sistem pendorong mandiri serta membentangkan panel surya untuk mengisi daya baterai internalnya. Langkah ini memastikan seluruh sistem navigasi, komunikasi, dan kontrol thermal observatorium berfungsi dengan optimal selama masa transit menuju titik orbit operasi.
Misi Menguak Energi Gelap dan Eksoplanet
Teleskop Ruang Angkasa Nancy Grace Roman dirancang sebagai observatorium inframerah generasi baru yang akan melengkapi peran Teleskop Hubble dan James Webb. Nama teleskop ini diambil dari nama Dr. Nancy Grace Roman, astronom perempuan pionir yang dikenal sebagai "Ibu dari Teleskop Hubble" atas kontribusi besarnya dalam perencanaan observatorium antariksa pertama NASA.
Observatorium antariksa ini membawa instrumen canggih dengan sudut pandang (field of view) yang diperkirakan 100 kali lebih luas dibandingkan dengan citra inframerah Teleskop Hubble. Dengan medan pandang yang sangat lebar tersebut, Teleskop Roman ditugaskan untuk menyelesaikan dua fokus penelitian utama:
- Pemetaan Energi Gelap (Dark Energy): Mengukur distribusi galaksi dan materi di alam semesta guna memahami kekuatan misterius yang memicu percepatan pemuaian jagat raya.
- Sensus Eksoplanet: Mendeteksi dan memetakan ribuan planet baru di luar sistem Tata Surya kita (exoplanet) menggunakan teknik pelensaik gravitasional (gravitational microlensing).
Menuju Orbit Operasional L2
Setelah berhasil memisahkan diri dari roket peluncur, Teleskop Roman melanjutkan perjalanannya menuju lokasi operasi utamanya di Titik Lagrange 2 (L2). Wilayah yang berjarak sekitar 1,5 juta kilometer dari Bumi ini menyediakan lingkungan gravitasional dan thermal yang sangat stabil untuk observasi astronomi jangka panjang.
Keberhasilan tahap pelepasan roket ini menjadi tonggak penting bagi NASA dan komunitas ilmuwan internasional dalam membuka lembaran baru eksplorasi kosmologi serta pencarian dunia baru di luar angkasa. (Space/Z-2)


















































