Ilustrasi, aktivitas penumpang pesawat di bandara.jpeg(Dok. Antara)
PERKEMBANGAN teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin merambah ke berbagai bidang profesi dan pekerjaan, termasuk dalam hal layanan di bandara. Salah satunya teknologi AI Speech Analysis dan speech recognition milik Elsa Business untuk melatih para petugas garda terdepan (Customer Handling Officer) dalam memberikan pelayanan yang responsif, tepat, dan fleksibel.
"Transformasi layanan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan teknologi, tetapi juga kualitas interaksi yang diberikan setiap karyawan kepada pelanggan. Kolaborasi ini secara langsung mendukung transformasi bisnis dan peningkatan kualitas layanan berstandar internasional yang menjadi misi strategis InJourney Airports," ujar Learning and Development Group Head PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Hary Budi Waluyo dalam keterangan resminya, Senin (31/8).
Hary menegaskan bahwa peningkatan kualitas interaksi karyawan menjadi pilar utama transformasi bisnis perusahaan dalam mewujudkan world-class airport services. Berdasarkan hal itu, ia mengatakan pihaknya bersama Elsa Business, menghadirkan program wajib korporasi Multilanguage with AI-Powered Coaching yang ditujukan bagi unit Customer Handling Service di 9 bandara utama.
Melalui platform digital Elsa Business, para staf bandara dapat mengakses materi pelatihan secara personal via smartphone di sela jadwal shift kerja mereka. Petugas dibekali pelatihan interaktif untuk menangani berbagai situasi lapangan secara real-time, seperti pemberian informasi kepada penumpang asing, penanganan keluhan, hingga skenario service recovery. Sementara karyawan fungsi bisnis dibekali materi Professional Business Communication.
Manajemen InJourney Airports juga dapat mengukur perkembangan kompetensi, tingkat keterlibatan, serta peningkatan kemampuan setiap karyawan secara akurat melalui fitur analytics dashboard yang disediakan.
Vice President of Elsa Business, Will Polese, menambahkan bahwa penguasaan bahasa Inggris di industri aviasi merupakan investasi strategis untuk menjaga reputasi perusahaan di mata internasional. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat pengalaman jutaan penumpang yang dilayani di seluruh jaringan bandara Indonesia.
"Di industri aviasi, setiap interaksi berkontribusi terhadap pengalaman pelanggan dan reputasi perusahaan. Karena itu, kemampuan berbahasa Inggris bukan lagi sekadar keterampilan individu, melainkan investasi strategis untuk meningkatkan kualitas layanan InJourney Airports di mata dunia," katanya. (H-3)


















































