SEBANYAK seribu bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir Jangkaran, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu, 24 Mei 2026, dalam aksi restorasi lingkungan yang melibatkan ratusan mahasiswa, pelajar, komunitas, dan warga setempat.
Kegiatan bertajuk "Plant Today, Protect Tomorrow" itu diikuti sekitar 250 peserta yang turun langsung ke kawasan pesisir untuk menanam mangrove, tanaman yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Mangrove dikenal sebagai salah satu benteng alami pesisir yang efektif menahan abrasi, meredam energi gelombang, sekaligus menyerap karbon biru (blue carbon) yang berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim. Vegetasi ini juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota yang mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Norol Latifah mengatakan penanaman mangrove merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan di tengah ancaman krisis iklim yang semakin nyata.
“Menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar upaya konservasi dapat memberikan dampak jangka panjang,” kata Norol, Minggu, 31 Mei 2026.
Menurut dia, aksi konservasi di kawasan pesisir menjadi langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi generasi mendatang apabila dilakukan secara berkelanjutan dan disertai perawatan yang baik.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan pantai. Ia menilai kegiatan penanaman mangrove menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat ketahanan lingkungan pesisir dari ancaman kerusakan ekologis.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan dukungan semua pihak dalam menjaga alam. Mudah-mudahan lingkungan Indonesia tetap terjaga dan semakin lestari,” ujarnya.
Bagi warga Jangkaran, upaya restorasi tersebut membawa harapan bagi masa depan pesisir Kulon Progo. Warso, salah seorang warga setempat, berharap mangrove yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.
Aksi penanaman 1.000 mangrove ini menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem pesisir yang tidak hanya berfungsi mengurangi risiko abrasi, tetapi juga memperkuat kesadaran publik bahwa konservasi lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama dan komitmen jangka panjang.















































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)

