Survei Ungkap Lansia Makin Lirik Herbal, Praktik Spiritual, dan Psikedelik

3 weeks ago 8
Survei Ungkap Lansia Makin Lirik Herbal, Praktik Spiritual, dan Psikedelik Ilustrasi(Magnific)

MINAT masyarakat terhadap metode pengobatan alternatif dan terapi holistik ternyata tidak hanya didominasi oleh generasi muda. Sebuah survei berskala besar terbaru mengungkapkan temuan mengejutkan, kelompok lansia (senior) kini makin terbuka dan aktif memanfaatkan tanaman herbal, praktik spiritual, hingga terapi berbasis psikedelik untuk mendukung kesehatan fisik dan mental mereka.

Survei yang melibatkan ribuan responden lansia ini dirancang untuk memetakan bagaimana pola pemanfaatan pengobatan non-konvensional bergeser di tengah populasi yang menua. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan berbagai bentuk terapi komplementer dibandingkan dekade-dekade sebelumnya.

Dalam kategori penggunaan herbal dan suplemen alami, mayoritas responden lansia melaporkan rutin mengonsumsi racikan tanaman obat untuk mengatasi gangguan kesehatan kronis, seperti nyeri sendi, masalah tidur, hingga penurunan daya ingat. Penggunaan herbal dinilai sebagai opsi yang lebih ramah bagi tubuh serta memiliki efek samping yang relatif lebih rendah dibandingkan penggunaan obat-obatan kimia jangka panjang.

Selain pengobatan fisik berbasis herbal, studi ini juga menyoroti keterlibatan lansia dalam praktik spiritual dan mind-body. Aktivitas seperti meditasi, teknik pernapasan, serta ritual spiritual terbukti menjadi sarana krusial bagi kelompok usia lanjut untuk menjaga keseimbangan emosional, mengurangi kecemasan, dan mengolah rasa penerimaan terhadap proses penuaan.

Hal yang paling menarik perhatian para peneliti adalah keterbukaan lansia terhadap terapi berbasis senyawa psikedelik. Di bawah pengawasan medis dan panduan profesional, sebagian responden lansia menyatakan ketertarikan serta pengalaman positif dalam memanfaatkan senyawa psikedelik untuk menangani depresi masa tua, trauma masa lalu, hingga kecemasan menghadapi akhir hayat (end-of-life anxiety).

Para ilmuwan dan praktisi kesehatan menyimpulkan bahwa fenomena ini mencerminkan perubahan paradigma di kalangan lansia. Kelompok lansia kini tidak lagi bersikap pasif terhadap perawatan medis konvensional, melainkan aktif mencari pendekatan terpadu yang menyatukan kesehatan fisik, kesejahteraan mental, dan kedalaman spiritual demi mencapai kualitas hidup yang optimal di usia senja. (Earth/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |