Pemain timnas Spanyol Pedro Porro merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol di Dallas Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, pada 14 Juli 2026. (AFP/MAURO PIMENTEL)(AFP)
GEMERLAP nama-nama besar di tim nasional Prancis seketika redup di hadapan tim yang bermain sebagai satu kesatuan. Spanyol membuktikan hal tersebut saat menyingkirkan Prancis di babak semifinal Piala Dunia 2026.
La Roja memastikan langkah ke partai puncak setelah menaklukkan Les Bleus dengan skor meyakinkan 2-0 di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Rabu (15/7) dini hari WIB. Kemenangan ini menegaskan dominasi taktik kolektif atas kumpulan talenta individu.
Organisasi permainan yang disiplin dan dominasi di lini tengah menjadi kunci keberhasilan Spanyol. Tim asuhan Luis de la Fuente tampil setia dengan identitas penguasaan bola, umpan-umpan pendek, dan tekanan cepat (pressing) sesaat setelah kehilangan bola.
Trio lini tengah yang diisi Fabian Ruiz, Rodri, dan Dani Olmo tampil dominan saat berhadapan dengan duet Prancis, Adrien Rabiot dan Aurelien Tchouameni. Pergerakan bebas Dani Olmo sebagai gelandang serang terbukti menjadi momok bagi pertahanan Prancis, menciptakan situasi unggul jumlah pemain di area sentral secara konsisten.
Prancis, yang datang sebagai favorit berkat ketajaman Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, hingga Michael Olise, justru kehilangan arah. Lini depan Les Bleus yang biasanya produktif hanya mampu melepaskan tiga tembakan tepat sasaran sepanjang laga.
Eksploitasi Taktik dan Gol Pedro Porro
Spanyol juga cerdas dalam mengeksploitasi lebar lapangan. Ketika bek sayap Prancis dipaksa menjaga dua pemain sekaligus—winger dan full-back Spanyol yang naik membantu serangan—ruang kosong pun terbuka lebar. Celah inilah yang dimanfaatkan dengan sempurna oleh Pedro Porro untuk mencetak gol kedua dan menggandakan keunggulan Spanyol.
Mantan kapten timnas Inggris, Roy Keane, memberikan pujian tinggi bagi performa kolektif La Roja. "Prancis tidak bermain sebagai sebuah tim. Mereka memiliki individu-individu hebat, tetapi tidak bermain sebagai satu kesatuan. Sebaliknya, Spanyol tampil luar biasa dan benar-benar enak ditonton," ujar Keane kepada BBC.
Senada dengan Keane, legenda Prancis Patrick Vieira mengakui keunggulan taktis lawan. "Secara kolektif Spanyol memainkan pertandingan yang fantastis. Mereka berhasil mematikan permainan Michael Olise dan memenangkan laga ini lewat pendekatan taktis," ungkapnya.
Menuju Trofi Kedua
Perjalanan Spanyol menuju final Piala Dunia 2026 tergolong dinamis. Setelah sempat ditahan imbang 0-0 oleh debutan Tanjung Verde di laga pembuka, mereka harus berjuang keras menyingkirkan Portugal di babak 16 besar dan Belgia di perempat final lewat gol-gol menit akhir.
Namun, performa La Roja mencapai puncaknya di semifinal. Dengan organisasi permainan yang semakin matang, Spanyol kini tinggal selangkah lagi untuk mengangkat trofi Piala Dunia kedua mereka setelah edisi 2010 di Afrika Selatan.
Di partai final, Spanyol akan menunggu pemenang dari laga semifinal lainnya yang mempertemukan Argentina dan Inggris. (Dhk/I-1)


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)















