Pelatih timnas Spanyol Luis de la Fuente(AFP/Daniel LEAL)
PELATIH Spanyol, Luis de la Fuente, tak ragu menyebut timnya sebagai yang terbaik di dunia. Keyakinan itu menguat setelah La Roja menyingkirkan Prancis 2-0 pada semifinal Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Arlington, Texas, AS, Rabu (15/7) dini hari WIB, sekaligus melaju ke partai final.
Kemenangan tersebut menjadi bukti keberhasilan proyek yang dibangun De la Fuente sejak hampir empat tahun terakhir. Setelah membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa 2024, dia kini mengantar La Roja ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2010.
"Kami memulai perjalanan ini hampir empat tahun lalu dengan sebuah gagasan. Kami tetap setia pada gagasan itu dan akhirnya membawa kami sampai ke sini," kata De la Fuente.
Pelatih berusia 64 tahun itu mengakui Prancis merupakan salah satu tim terbaik dunia. Namun, menurutnya, Spanyol berada satu tingkat di atas lawannya.
"Kami menghadapi salah satu tim nasional terbaik di dunia. Namun, di hadapan mereka berdiri tim terbaik di dunia. Itu perbedaannya," tegasnya.
De la Fuente pun memuji komitmen para pemainnya yang dinilai mampu menerjemahkan ide permainan dengan sempurna. Spanyol terbukti tampil lebih efektif sejak menit-menit awal.
Mereka memecah kebuntuan melalui eksekusi penalti Mikel Oyarzabal pada babak pertama setelah wasit menunjuk titik putih akibat pelanggaran Lucas Digne terhadap Lamine Yamal.
Gol itu menjadi gol kelima Oyarzabal sepanjang turnamen sekaligus gol ke-18 dalam 20 penampilan terakhirnya bersama tim nasional Spanyol.
Prancis semakin tertekan setelah bek William Saliba harus ditarik keluar akibat cedera yang kambuh. Hingga turun minum, Les Bleus bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.
Upaya Didier Deschamps menambah daya gedor lewat masuknya Desire Doue, Theo Hernandez, dan Rayan Cherki tidak membuahkan hasil. Justru Spanyol menggandakan keunggulan pada menit ke-58 melalui penyelesaian tenang Pedro Porro setelah menerima umpan satu-dua dengan Dani Olmo. Keunggulan dua gol itu mampu dipertahankan hingga laga usai.
Pertahanan disiplin yang dipadukan kreativitas Lamine Yamal di lini depan kembali menjadi kekuatan utama La Roja. Sepanjang turnamen, Spanyol baru kebobolan satu gol. Catatan impresif itu membawa mereka tinggal selangkah lagi menuju gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah setelah terakhir menjadi juara pada edisi 2010.
"Para pemain ini pantas mendapatkan segalanya. Hari demi hari mereka menunjukkan komitmen, solidaritas, kemurahan hati, dan talenta yang luar biasa. Mereka membuat hal-hal yang sulit terlihat mudah," kata Fuente.
Kemenangan atas Prancis juga memperpanjang dominasi De la Fuente atas Les Bleus. Ini menjadi kemenangan ketiga secara beruntun Spanyol atas Prancis dalam laga kompetitif di bawah arahannya.
Di final, Spanyol akan menghadapi pemenang laga semifinal lainnya antara Inggris dan Argentina.
Sementara itu, Prancis harus mengubur impian meraih gelar dunia ketiga dan hanya akan tampil pada pertandingan perebutan tempat ketiga yang juga menjadi laga-laga terakhir Didier Deschamps sebelum mengakhiri 14 tahun masa kepemimpinannya di timnas Prancis.
(AFP/P-4)


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)















