La Roja Lolos ke Final, Warga Spanyol Larut dalam Euforia

2 hours ago 1
La Roja Lolos ke Final, Warga Spanyol Larut dalam Euforia Para pemain Spanyol bergembira setelah Spanyol menaklukkan Prancis untuk memastikan tiket final Piala Dunia 2026.(Xinhua)

BEBERAPA titik di pusat Kota Madrid berubah menjadi lautan selebrasi setelah Spanyol menaklukkan Prancis untuk memastikan tiket final Piala Dunia 2026. Deru klakson bersahut-sahutan, nyanyian menggema, dan ribuan orang memadati pusat kota tak lama setelah peluit panjang dibunyikan.

Euforia meledak begitu Spanyol memastikan tiket ke partai puncak usai menumbangkan Prancis dengan skor 2-0 pada laga semifinal di AT&T Stadium, Arlington, Texas, AS, Rabu (15/7) dini hari WIB. Ribuan warga Spanyol yang memadati zona nonton bersama resmi di Plaza de Colón larut dalam kegembiraan. Mereka mengenakan jersey La Roja, mengibarkan bendera merah-kuning, hingga mengecat wajah dengan warna kebanggaan negara mereka.

Teriakan "Hidup Spanyol!" dan "Saya orang Spanyol!" menggema di sepanjang jalan, diselingi lagu-lagu yang biasa berkumandang di stadion. Banyak suporter bahkan rela menyaksikan pertandingan dari trotoar, taman, hingga halte bus setelah tidak kebagian tempat di area fan zone. Bar dan restoran di sekitar lokasi juga dipenuhi warga yang ingin menjadi saksi keberhasilan tim asuhan Luis de la Fuente tersebut.

"Kami sangat bahagia dan bangga kepada tim ini. Banyak orang tidak memberi kami peluang, tetapi kami mampu mengalahkan Prancis. Siapa pun lawan di final nanti, kami yakin bisa mengalahkannya," kata Jaime Sanchez, seorang mahasiswa berusia 19 tahun yang ikut merayakan kemenangan di Madrid.

Dominasi La Roja di Atas Lapangan

Kemenangan Spanyol ini terbilang mengejutkan bagi banyak pihak. Sebelum laga, perhatian publik lebih banyak mengunggulkan Prancis yang diperkuat bintang-bintang seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise. Namun, Spanyol justru tampil lebih tenang, disiplin, dan efektif untuk meredam kekuatan Les Bleus.

Spanyol membuka keunggulan melalui eksekusi penalti Mikel Oyarzabal pada babak pertama. Keunggulan tersebut kemudian digandakan oleh Pedro Porro pada babak kedua lewat penyelesaian akhir yang memanfaatkan kombinasi umpan apik bersama Dani Olmo. Hingga laga berakhir, Prancis gagal bangkit untuk mengejar ketertinggalan.

Bagi bek sayap Pedro Porro, keberhasilan ini adalah pencapaian emosional. "Ini adalah mimpi yang menjadi nyata, sejujurnya bahkan tidak dalam mimpi terliar saya," ujar Pedro seperti dikutip dari laman FIFA.

Konsistensi Ide Luis de la Fuente

Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menyebutkan bahwa penampilan luar biasa anak asuhnya merupakan buah dari proses panjang. Ia menegaskan bahwa tim ini telah dibangun dengan filosofi yang jelas sejak beberapa tahun lalu.

"Kami memulainya hampir empat tahun lalu dengan sebuah ide dan kami terus berpegang teguh kepada ide tersebut. Itulah yang membawa kami sampai di sini (final)," tegas De la Fuente.

Keberhasilan ini juga memperpanjang rekor positif Spanyol atas Prancis. Sebelumnya, La Roja menyingkirkan Les Bleus di semifinal Euro 2024 sebelum menjadi juara, dan kembali mengalahkan mereka di semifinal UEFA Nations League tahun lalu.

Di sisi lain, pelatih Prancis Didier Deschamps tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. "Tentu ada kekecewaan yang sangat besar. Para pemain sangat terpukul karena kami datang dengan ambisi tinggi. Namun, kami harus realistis. Hari ini, secara kualitas teknik kami memang berada satu tingkat di bawah tim yang mampu mengendalikan permainan dengan sangat baik," ungkap Deschamps.

Sorotan untuk Lamine Yamal

Performa Lamine Yamal juga mendapat sorotan khusus. Pemain muda yang baru berulang tahun ke-19 sehari sebelum pertandingan ini sempat diragukan tampil maksimal karena belum sepenuhnya pulih dari cedera. Namun, aksinya memenangi penalti pada babak pertama menjadi titik balik kemenangan Spanyol.

"Saya rasa permainannya terus membaik. Mungkin sebelumnya terlihat tenang, tetapi pertandingan besar seperti ini justru membuatnya semakin termotivasi," kata Celia Vazquez, warga Barcelona berusia 50 tahun.

Pencapaian Spanyol ke final edisi 2026 ini mengakhiri tren negatif mereka di tiga edisi Piala Dunia sebelumnya. Setelah menjadi juara pada 2010, Spanyol sempat tersingkir di babak grup satu kali dan dua kali terhenti di babak 16 besar. Kini, Spanyol hanya berjarak satu kemenangan lagi dari gelar Piala Dunia kedua mereka, membangkitkan kembali memori indah 16 tahun silam. (AFP/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |