Pemain Los Angeles Clippers Kawhi Leonard(AFP/JUAN OCAMPO / NBAE / Getty Images)
DUNIA basket profesional Amerika Serikat diguncang oleh sanksi terberat dalam sejarah liga. National Basketball Association (NBA) resmi menjatuhkan denda sebesar US$30 juta (sekitar Rp471 miliar) kepada Los Angeles Clippers. Hukuman ini diberikan setelah klub tersebut terbukti melanggar aturan pembatasan gaji (salary cap) demi mengalirkan dana jutaan dolar kepada bintang mereka, Kawhi Leonard.
Investigasi selama satu bulan yang dilakukan NBA mengungkap adanya pola pelanggaran serius. Laporan liga menyebutkan bahwa Leonard memberikan tekanan kepada manajemen Clippers untuk mendapatkan peluang pendapatan di luar lapangan, yang kemudian difasilitasi oleh pihak klub secara ilegal.
Komisioner NBA, Adam Silver, menyatakan kekecewaan mendalam atas pelanggaran terang-terangan ini. Menurutnya, beratnya hukuman yang dijatuhkan mencerminkan keseriusan pelanggaran yang dilakukan oleh organisasi Clippers.
Sanksi Berlapis bagi Organisasi dan Individu
Selain denda finansial yang memecahkan rekor liga, NBA juga menjatuhkan sanksi disiplin kepada petinggi klub. Pemilik Clippers, Steve Ballmer, diskors selama 12 bulan dari seluruh aktivitas liga dan tim. Ballmer dinilai berperan dalam pengaturan kontrak sponsor Leonard selama sang pemain membela klub tersebut.
Tak hanya Ballmer, Presiden Operasi Bisnis Clippers, Gillian Zucker, juga dijatuhi skorsing satu tahun tanpa gaji karena memberikan pernyataan yang menyesatkan kepada penyelidik. Sementara itu, Kawhi Leonard secara pribadi didenda sebesar US$700.000 (sekitar Rp11 miliar).
Detail Sanksi NBA terhadap LA Clippers
| Klub LA Clippers | Denda US$30 Juta & Kehilangan 5 Draft Pick Putaran Pertama (2029-2033) |
| Steve Ballmer (Pemilik) | Skorsing 12 Bulan dari aktivitas NBA dan tim |
| Kawhi Leonard (Pemain) | Denda US$700.000 |
| Gillian Zucker (Presiden Bisnis) | Skorsing 1 Tahun tanpa gaji |
| Pengawasan Liga | Program kepatuhan dan pemantauan selama 5 tahun |
Respon Kawhi Leonard
Kawhi Leonard, yang kini berusia 35 tahun, memberikan pernyataan resmi melalui akun Instagram pribadinya. Peraih dua kali gelar MVP Final NBA ini menyatakan bertanggung jawab penuh atas situasi tersebut, meski ia mengklaim telah menandatangani kontrak dengan itikad baik.
"Saya memasuki kontrak saya dengan Clippers serta perjanjian yang dipermasalahkan dengan itikad baik, berkomitmen penuh untuk memenuhi kewajiban saya dan tanpa sepengetahuan akan adanya niat dari pihak mana pun untuk mengakali salary cap," tulis Leonard.
Leonard bergabung dengan Clippers pada 2019 dan menghabiskan tujuh musim bersama klub tersebut sebelum akhirnya hengkang awal tahun ini. Akibat skandal ini, NBA menegaskan bahwa organisasi dan personel Clippers akan berada di bawah pengawasan ketat melalui program kepatuhan selama lima tahun ke depan guna memastikan kejadian serupa tidak terulang. (bbc/Z-1)


















































